Rabu, 29 Maret 2017

KISAH UMMU SABRINA, SALAH SATU KELUARGA DARI INDONESIA YG BERHIJRAH & MENJALANI KEHIDUPAN DI BUMI KHILAFAH [lengkap]

KISAH UMMU SABRINA, SALAH SATU KELUARGA DARI INDONESIA YG BERHIJRAH & MENJALANI KEHIDUPAN DI BUMI KHILAFAH [lengkap]

ummu-sabrina1
Alhamdulillahirobbil’alamin…
Setelah beberapa pekan lamanya kami kehilangan kontak dengan Ummu Sabrina, dikarenakan beliau beserta keluarganya harus dievakuasi ke daerah yang lebih aman karena masih adanya serangan-serangan pengecut lewat udara oleh rezim taghut Bashar al Assad laknatullah, ini sekaligus membantahkan tuduhan bodoh yang menyebut Daulah Islam / Islamic State adalah bentukan Syi’ah.
Alhamdulillah akhirnya beliau bisa menghubungi kami dari tempat beliau dievakuasi dengan segudang cerita pengalaman hidup dibawah indahnya naungan bumi Khilafah Daulah Islamiyyah, begitupun juga kami pihak KDI meng informasikan keadaan terbaru dari Indonesia berikut segala tuduhan-tuduhan dari para pendengki Daulah Islam.
Banyak pertanyaan-pertanyaan yang kami sampaikan kepada Ummu Sabrina berkaitan dengan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada Daulah Islam, salah satunya ialah sebuah artikel yang berjudul “Surat Dari Muslimah Yang Hijrah ke Wilayah ISIS Kepada Abu Bakar al-Baghdadi” yang dimuat oleh situs-situs para pendengki Daulah.
Semoga dengan kisah yang dituturkan secara tulus dan jujur oleh Ummu Sabrina berikut ini dapat mencerahkan, menambah wawasan ilmu serta membantah tuduhan keji kepada Daulah Islam. Aamiin.
KISAH UMMU SABRINA DI BUMI KHILAFAH
Kisah Ummu Sabrina Di Bumi Khilafah diawali dengan bantahan atas tulisan yang dimuat di situs arrahmah dan muqawamah yang berjudul “EKSKLUSIF : SURAT DARI MUSLIMAH YANG HIJRAH KE WILAYAH ISIS KEPADA ABU BAKAR AL-BAGHDADI”
Telah sampai kepada saya sebuah pesan dari member KDI juga dari team admin KDI menanyakan kebenaran mengenai isi surat tersebut. Cukup mengagetkan membaca artikel tersebut. Entah artikel itu asli atau bukan, wallahu a’lam. Namun kemudian muncul keinginan dari diri pribadi untuk memberikan kesaksian sebagai bentuk pembelaan kepada Daulah dan tentu saja pembelaan tersebut berlandaskan karena kecintaan pada Allah dan mengungkap kebenaran serta realita yang terjadi di bumi hijrah, Sham.
Dan karena saya bukan orang yang berwenang untuk memberikan bantahan, kesaksian ini akan saya tulis dalam bentuk cerita sehingga alur dan kronologisnya insha Allah akan lebih mudah difahami oleh teman-teman pembaca setia KDI mengenai bagaimana mekanisme yang dilakukan daulah kepada muhajirin di bumi hijrah dan segala urusan sehari2 yang berkenaan dengan keluarga mujahidin.
Bismillahir rahmaanir rahiim…..
Setelah 2 buah mobil datang menjemput kami yang baru sampai, kemudian kami diantar menuju save house. Bermula dari sana saya berpisah dengan suami. Saya beserta anak-anak tinggal di save house muhajirot sedang suami di save house khusus calon mujahidin yang akan masuk kamp pelatihan militer. Selama 3 minggu saya berada di save house tersebut dan selama itu pula saya bersabar menunggu kabar datang dari suami dan berharap suami datang menengok kami. Rindu dan keluh kesah hanya dapat saya ungkapkan pada Allah saja. Bagaimana saya bisa berkeluh kesah pada sesama muhajirot sedang mereka dari dzahirnya sangat lemah. Banyak diantara mereka yang setiap harinya baik siang ataupun malam hanya diisi dengan menangis karena tidak ada suami datang menengok. Sedang saya dengan anak 4 dan ketika itu anak saya yang terakhir berusia 15 bulan dalam kondisi sakit disusul anak saya yang kedua, 8 tahun juga sakit namun dengan kondisi yang sedang saya hadapi ketika itu saya harus menahan air mata supaya tidak tumpah demi menjaga mental anak-anak.
Lalu apa yang dilakukan oleh mas’ul save house melihat kondisi kami seperti itu?
Mas’ul membawa saya dan 2 anak saya ke rumah sakit. Qodarullah ketika itu anak seorang muhajirot dari Rusia yang berusia 14 bulan memiliki masalah yang sama dengan anak saya. Hingga di rumah sakit, mas’ul bertindak sebagai wali bagi kami. Kami dilarang berbicara bahkan dengan dokter sekalipun dan secara bergantian mas’ul membawa anak2 kami ke ruang periksa dan kami hanya duduk saja di ruangan tersebut. Anak2 kami mendapat pengobatan sampai tuntas hingga harus bolak balik ke rumah sakit hingga 4 kali.
Di luar masalah kesehatan, semua kebutuhan hidup kami ditanggung daulah. Mulai dari makanan pokok hingga kebutuhan anak-anak dan balita berupa susu bayi, susu anak-anak, dan makanan balita. Tidak lupa buah-buahan selalu tersedia setiap hari dan untuk orang dewasa disediakan susu sapi atau susu kambing segar, terkadang disediakan pula yoghurt dan minuman bersoda. Makanan ringan, kue, dan jus disediakan pula.
Selain itu, kebutuhan lain seperti pakaian dan niqob serta kebutuhan mandi seperti handuk dll pun disediakan oleh daulah. Artinya apapun yang menjadi kebutuhan kita selama kita di save house insha Allah akan dipenuhi oleh daulah.
Masuk minggu ke empat saya dipindahkan ke save house di kota Raqqa dikarenakan suami masuk kamp pelatihan militer di kota Raqqa. Setelah hampir 2 minggu di Raqqah barulah saya bertemu suami. Anak-anak begitu senang karena ayah mereka datang menengok setelah 5 minggu tidak bertemu. Pertemuan singkat yang hanya berdurasi mungkin sekitar 2 atau 3 jam sangat membuat kami bahagia. Selama di Raqqa, secara emosional keadaan menjadi lebih baik karena jumat sebagai hari libur menjadi kesempatan bagi kami sekeluarga untuk bertemu dan melepas rindu. Sedang kehidupan kami sehari2 tidak jauh berbeda seperti halnya ketika kami berada di save house yang pertama. Semua kebutuhan kami menjadi tanggungan daulah alias gratis.
Di minggu terakhir bulan Mei, suami datang ke save house untuk menjemput kami. Setelah suami mendapat surat izin dari wali setempat untuk membawa kami sekeluarga keluar dari save house, kami pergi menuju rumah kami di sebuah komplek apartemen di kota kecil bernama Hraria di wilayah Halab.
Suami mendapat tempat ribath yang dekat dari apartemen sekitar 3 km saja jaraknya, sedang dari tempat ribath ke garis depan nusairiyyah mungkin hanya sekitar 500 m saja. Bisa dibayangkan betapa dekatnya apartemen tempat kami tinggal yang masih dalam jarak tembak musuh. Suara tembakan Kalash, doskha bahkan dentuman bom menjadi hal yang biasa kami dengar di siang hari. Terlebih di malam hari suara tersebut menjadi sangat jelas terdengar.
Setelah suami resmi menjadi mujahidin, selain mendapatkan kartu identitas dan kalas kami mendapatkan infaq bulanan yang jumlahnya sudah ditetapkan sesuai kebijakan di wilayah masing-masing. Untuk pasangan suami istri masing2 mendapat $50 dan anak2 termasuk yang belum menikah mendapat $25 per jiwa. Air, listrik, sekolah, dan kesehatan gratis. Termasuk makanan pokok gratis. Kami tinggal mengambilnya di tempat yang sudah ditentukan di komplek apartemen. Begitu pula dengan sekolah dan klinik kesehatan sudah tesedia di dalam komplek. Untuk kebutuhan akan dokter specialist biasanya diantar oleh bagian medis dengan kendaraan daulah. Juga kebutuhan akan transportasi untuk ke luar dari area Hraria sudah disediakan kendaraannya. Setiap pagi jam 9.00 memberangkatkan penumpang hingga tujuan akhir kota Al Bab.
Sekalipun setiap hari harus dikejutkan dengan suara bom atau pesawat jet yang melintas, terbang rendah diatas apartemen namun saya merasa sangat betah tinggal di Hraria. Kehidupan yang tenang, jauh dari hiruk pikuk dan hingar bingar kota besar seperti kota yang pernah saya tinggali sebelumnya di Indonesia. Hingga suatu hari suami pulang ke rumah mengabarkan akan ada penyerangan besar2an untuk merebut kota Aleppo dan bandara Kwerys. Antara senang bercampur kaget mendengar berita tersebut. Senang karena ada kemungkinan Daulah mendapatkan kemenangan hingga tamkin semakin meluas dan tentunya pangkalan militer udara adalah spot penting yang akan sangat menguntungkan jika kita berhasil menguasainya. Kaget mengingat kemungkinan terburuk yang akan terjadi karena letak apartemen yang sangat dekat dengan wilayah yang menjadi target operasi mujahidin, posisi kami hanya terhalang oleh sebuah bukit. Maka bisa teman2 pembaca bayangkan kemungkinan yang akan terjadi tanpa perlu saya jelaskan secara terperinci.
Bulan ramadhan datang dan alhamdulillah kami sekeluarga masih diberi kesempatan menikmati ramadhan di tahun pertama kami hijrah walau mungkin bagi anak-anak terasa lebih berat karena kondisi kami sedang dalam musim panas sehingga waktu siang lebih lama daripada malam hari serta kebiasaan menikmati hidangan ramadhan yang jauh di luar kebiasaan kita sebagai orang Indonesia, tidak ada lagi kolak pisang ataupun es kelapa sebagai hidangan pembuka di kala buka puasa.
Hari pertama shaum suami pergi ribath, saya tidak bisa merengek apalagi menolak. Menginginkan suami menjadi seorang mujahidin tangguh yang diridhoi Allah tentu sebanding dengan konsekuensi yang harus saya terima namun balasan yang insha Allah akan saya terima pun akan sebanding dengan yang sudah saya korbankan. Di sore hari ketika itu saya online sambil menyiapkan menu buka puasa, saya dikejutkan oleh suara tembakan beruntun yang berasal dari doskha. Kala itu, saya rasa semua mobil yang ada di apartemen yang dilengkapi doskha memuntahkan peluru panasnya. Kaget bukan kepalang karena tidak biasanya sampai seperti ini keadaannya. Semua kaca jendela bergetar mengingat posisi tempat saya tinggal yang diapit jalan utama dan parkiran. Dalam hati saya berkata, “apakah yang sedang terjadi? Apakah setan-setan nusairiyyah sedang akan menghadiahkan syahid di hari pertama ramadhan?” Sejam kemudian seorang teman sesama admin di KDI mengirim sebuah pesan, “Ka, ISIS sudah dibubarkan!” Dalam hati saya berkata, “isu murahan apalagi ini!” Lalu teman tadi mengulang tulisannya karena saya hanya diam tidak merespon pesannya. “Ka, ISIS sudah dibubarkan dan Syeikh Al Baghdady telah mendeklarasikan pendirian khilafah!” Saya hanya menjawab, “masa? beneran?” Dan seketika saya menangis ketika teman yang sudah saya anggap seperti adik tersebut menjawab hanya dengan kata iya. Ini artinya suami adalah seorang tentaranya Khalifah seperti yang tetulis pada jaket yang pernah saya hadiahkan padanya. Subhanallah dan saya hanya bisa menangis atas karunia ini.
Di hari ke-lima shaum, ba’da ashar suami pulang ke rumah setelah mendapat izin ziarah yang hanya semalam saja dari mas’ul grup ribath. Waktu yang singkat untuk melepas rindu bagi kami sekeluarga namun waktu singkat itu tidak pernah kami (saya dan suami) sia2kan untuk bercerita dan berbagi informasi. Kembali suami menceritakan rencana iqtiham yang akan dipimpin oleh Abu Muhammad Al Amriki selaku amir kami, komandan perang di wilayah kami. Saya hanya terdiam sambil memikirkan langkah2 apa yang harus saya persiapkan agar saya dan anak2 bisa dan harus siap dengan segala kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Esoknya sekitar jam 6 selepas shubuh suami pergi ribath. Tidak ada yang bisa saya berikan sebagai bekal kecuali sebuah pelukan dan doa. Dari balkon rumah, saya hanya bisa menatap punggung suami yang melangkah semakin menjauhi rumah sambil memanjatkan doa semoga Allah selalu memantapkan hati kami berdua di jalan jihad ini dan mengaruniakan semua yang terbaik bagi kami sekeluarga. Sekitar 3 hari kemudian suami datang ke rumah hanya untuk mengantarkan paket bantuan Ramadhan untuk mujahidin yang sudah berkeluarga dan menetap di sini (photonya pernah saya upload di time line akun facebook Siti Khadijah)
Hari demi hari saya lalui hanya bersama anak2 dan makin hari intensitas helikopter yang berpatroli di atas apartemen kami semakin sering dengan durasi waktu yang cukup lama. Frekuensi suara dentuman bom bahkan efek getaran yang timbul semakin sering dan dapat kami rasakan bahwa posisi jatuhnya bom2 tersebut dari jarak yang semakin dekat dengan apartemen kami. 2 minggu yang penuh dengan kecemasan dan harapan.
Hingga di satu shubuh, hari ke-19 ramadhan seorang teman sesama admin KDI mengkonfirmasi satu peristiwa pada saya mengenai benar atau tidaknya ada ikhwan Indo yang stay di Halab yang syahid di malam 19 Ramadhan? Kaget bukan kepalang membaca berita tersebut, hati dan pikiran langsung tertuju pada suami. Selanjutnya saya hanya bisa menahan tangis ketika teman tersebut menjelaskan ciri2 fisik ikhwan yang syahid tersebut. Semua ciri yang disebutkan ada pada suami. Akhirnya saya habiskan hari ke-19 Ramadhan dengan wajah sedih dan perasaan murung sambil menunggu seseorang datang untuk memastikan berita tersebut. Tanggal 20 Ramadhan Allah mengabulkan permohonan saya. Tidak seperti biasanya saya sangat bahagia mendengar teriakan anak2 karena saya tidak menyukai anak2 yang apabila bermain sambil mengeluarkan suara keras apalagi sampai berteriak2. Terdengar suara pintu diketuk dan saya langsung pergi ke dapur karena khawatir ikhwan yang mengetuk pintu.
“Bu, ayah datang! Ayah pulang!”…. teriakan yang terdengar merdu di telinga. Dari dalam dapur saya hanya bisa tersenyum dan berucap syukur karna masih bisa dipertemukan dengan suami. Tanpa basa basi saya langsung bertanya siapa yang syahid dan suami menjawab Abu Fulan Al Anshory, teman satu grup ribath suami. Seketika itu sambil berdiri saya hanya bisa menangis sambil menutup muka dengan tangan dan suami menceritakan bahwa Abu Fulan tersebut mati dengan wajah sudah tidak bisa dikenali lagi dan sekujur tubuhnya penuh dengan luka karna terkena birmil milik nusairiyyah.
Ada rasa tidak percaya mendengar hal tersebut karna sekitar 2-3 minggu sebelumnya saya bermimpi seorang ikhwan menitipkan Kalashnya pada saya dan meminta saya untuk tetap berjuang di Sham. Lalu saya ceritakan mimpi tersebut pada teman yang saya percaya dan dia menjawab “insha Allah kaka (maksudnya saya) akan ditinggal seseorang, insha Allah akan ada yang syahid”. Teringat akan satu cerita suami. Ketika Abu Fulan Al Anshory tersebut masih hidup, dia pernah berjanji pada suami akan mengusahakan meminta sebuah kalash untuk saya pada Abu Muhammad Al Amriki selaku amir kami. Namun belum sempat dia penuhi janjinya, Allah sudah mengaruniakan syahid padanya, Insha Allah. Keesokan harinya barulah saya tersadar akan mimpi saya tersebut. Mungkin dia ingin menunaikan janjinya walau hanya lewat mimpi. Subhanallah, kembali saya hanya bisa menangis dan tersenyum.
Selain itu, suami pun menceritakan mengenai 3 ribu pasukan Omar Shishani yang telah stay di wilayah kami guna membantu operasi ini. Tak lupa suami menceritakan kegagahan, kehebatan, dan keberanian pasukan Shishani yang didominasi oleh muhajir dari Rusia dan negara2 pecahan Uni Sovyet. Itulah sebabnya mengapa selama beberapa malam terakhir intensitas dentuman bom begitu tinggi dikarenakan meningkatnya aktivitas serangan kepada nusairiyyah pasca kedatangan pasukan Shishani.
Satu cerita disampaikan suami, cerita lucu menurut saya namun jika mengingatnya membuat saya berfikir bahwa sekarang saja dalam situasi yang bisa dibilang normal terkadang mereka harus bersusah payah untuk makan dan buang air besar apalagi nanti jika suatu saat kondisi terburuk terjadi, mungkin mereka harus survive memakan apa saja yang mereka temukan yang bisa dimakan.
Suami bercerita bahwa sebelum malam terjadinya pertempuran yang menyebabkan syahidnya Abu Fulan Al Anshory, teman2 yang berasal dari Indonesia sengaja memasak nasi untuk porsi 2x makan. Sementara bahan masakan yang sudah dipotong2 dan bumbu yang sudah diracik disimpan kembali karena ada kiriman makanan siap santap dari daulah. Mereka lalu berbuka puasa dan lauk pauk yang tadi dikirim daulah masih tersisa. Dalam pikiran saya sudah terbayang rencana mereka untuk sahur tinggal menghangatkan nasi dan sisa lauk pauk serta memasak bahan yang sudah disiapkan sore kemarin. Ba’da isya secara mengejutkan datang rombongan ikhwan berpakaian seragam yang sebelumnya sudah diberikan daulah untuk seluruh mujahidin di wilayah Hraria disertai dengan atribut dan persenjataan lengkap menandakan akan dilaksanakan iqtiham. Malam itu menjadi malam pertama di bulan Ramadhan yang sangat seru bagi suami. Tembakan dari kalash menjadi level tembakan yang paling rendah. Bergantian, saling membalas menembak antara tentara khalifah dengan tentara nidham. Tidak hanya mendapatkan tembakan balasan dari PK dan tank namun mujahidin mendapatkan hujan tembakan bahkan birmil yang berasal dari jet tempur F-16 milik nusairiyyah. Hingga mendekati waktu sahur pertempuran masih berlangsung. Salah seorang teman suami menghampiri suami dan berkata, “Kang, sahur dulu. Yang lain sudah sahurnya”. Suami akhirnya meninggalkan lokasi pertempuran menuju base camp grup ribath dengan berlari sambil tetap dihujani tembakan. Datang ke base camp, ternyata rumah yang menjadi base camp telah hancur. Memasuki wilayah dapur, ternyata dapur sudah berantakan tidak ada yang tersisa, makanan yang semula direncanakan untuk sahur sudah tidak berwujud lagi. Makanan tidak ada selanjutnya mencari air minum.Namun ternyata air minum pun sudah tidak tersedia karena torn-nya sudah hancur ikut terkena birmil. Sambil tertawa suami lalu berkata, “Pokonya rame kaya di film action, bu. Klo di film mah Rambo ada karena skenario, klo ayah mah jadi rambo beneran tanpa skenario, ga ada makanan, ga ada air. Pokonya alhamdulillah seru pisan. Ibu mah pasti kabita we”. Sambil tersenyum saya menjawab, “ntar ibu mah mo nyuratin Amriki lagi biar ngizinin ibu ngeliput langsung”. Suami lalu menimpali, “minta kalash dulu sana baru minta izin ikut tempur”. Kemudian kami hanya saling meledek dan akhirnya tertawa karena kejadian yang dialami suami. Dalam hati berkata betapa berat perjuangan mereka demi mendapat ridho dan syurganya Allah.
Mendapatkan libur 3 hari suami dihabiskan di rumah. Satu kecelakaan kecil menghiasi kebersamaan kami berdua. Kami mendapatkan kecelakaan motor sepulang dari dewan sharie kota Al Bab guna mencari informasi mengenai lafadz bai’at pada khalifah. Saya hanya mendapat benturan di kepala dan trauma tulang serta l luka kecil di tangan dan lutut sementara suami luka cukup parah di tangan dan kaki. Kemudian penduduk sekitar menolong kami berdua. Saya menunggu di rumah anshor sementara suami dibawa menuju dokter oleh seorang anshor lainnya. Selesai mendapat pengobatan, suami datang ke rumah tempat saya menunggu ditemani 3 orang mujahidin lain. Rupanya daulah mengirimkan bantuan untuk membawa kami pulang ke rumah. Motor yang rusak berat kami tinggalkan di TKP tanpa sedikitpun kekhawatiran motor akan hilang. Dan alhamdulillah semua kerusakan bahkan beberapa bagian diganti dengan onderdil baru semua gratis menjadi tanggungan daulah. Kami tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk memperbaiki kerusakan pada motor.
Senin ba’da shubuh, 3 ramadhan suami kembali pergi untuk menjalankan tugasnya dengan kondisi luka-luka dan seperti biasa saya hanya bisa menatap punggung suami seraya berdoa semoga istiqomah selalu mendampingi kami dan syahid insha Allah datang menjemput kami.
Senin ba’da shubuh, 3 ramadhan suami kembali pergi untuk menjalankan tugasnya dengan kondisi luka-luka dan seperti biasa saya hanya bisa menatap punggung suami seraya berdoa semoga istiqomah selalu mendampingi kami dan syahid insha Allah datang menjemput kami.
Sepeninggal suami, subhanallah saya merasa status janda siap menjemput di depan mata. Malam harinya, walaupun pada saat itu apartemen bukan sasaran musuh tapi helikopter dan suara jet tempur F-16 terdengar jelas dari tempat saya tinggal. Dentuman bom jelas terdengar pula. Malam itu saya hanya menghabiskan malam dengan mengingat suami dan kebaikannya. Allah begitu sayang pada saya hingga mengaruniakan seorang lelaki yang sangat jarang bicara, selama 13 tahun kami menikah jarang sekali kami bertengkar. Sekalipun bertengkar, tidak pernah suami membentak apalagi sampai menampar atau melakukan tindakan fisik pada saya. Apa yang menjadi masalah kami bicarakan lewat surat atau lewat inbox facebook padahal kami masih tinggal serumah. Lucu memang, tapi begitulah cara kami menyelesaikan masalah. Kami menghindari berbicara langsung karena khawatir tidak dapat menahan emosi hingga akhirnya saling membentak dan terdengar oleh anak-anak. Maklum rumah kami bukanlah rumah mewah nan luas hanya rumah kontrakan berukuran 5m x 5m. Terima kasih yaa Allah karena Engkau anugrahkan suami yang begitu pengertian dan menghargai istri.
Selasa pagi dentuman bom masih terus terdengar. Tidak seperti biasanya karena aktivitas saling menyerang biasanya terjadi sampai mendekati waktu shubuh terkadang beberapa saat setelah shubuh. Hari itu sampai sekitar jam 10.00 intensitas masih cukup tinggi. Selepas dhuhur sampai ashar terdengar beberapa kali dentuman bom. Selesai berbuka puasa dan sholat maghrib seperti biasa saya bercakap-cakap dengan teman-teman admin KDI, selain karena ada beberapa hal yang memang harus saya urus dan selesaikan juga saya selalu meng-update seputar pemberitaan media Indonesia mengenai daulah dan jihad Indonesia.
Malam itu saya online ditemani bisingnya suara helikopter, sesekali F-16 yang melintas dan dentuman bom jarak jauh. Qodarullah ketika itu jam 11.00 malam waktu Suriah dan saya berkata pada salah seorang teman admin, “masha Allah, malam ini kq banyak sekali bom. Hasbunallah wa ni’mal wakiil”. Lalu teman tersebut menjawab, “coba kita tengok dulu twitter Halab siapa tau ada update.” Sesaat kemudian teman saya lalu berkata, “bu, al bab lagi dibom!”. Memang Al bab bukanlah kota yang jauh dari tempat saya, hanya berjarak 30 menit dengan mengendarai motor. Prediksi saya waktu itu adalah karena mujahidin membombardir sasaran, nusairiyyah lalu membalasnya di kota lain dan itu adalah hal yang biasa.
Keesokan paginya rabu 25 Ramadhan, seperti yang pernah saya update di akun facebook saya kembali aktivitas saling mengirim ‘paket’ semakin tinggi. Sepertinya tempat ribath terdekat yang mungkin saja tempat ribath suami sedang memanas. Jarak yang begitu dekat dengan apartemen membuat getarannya terasa ke tempat saya. Sementara di langit Hraria tak henti-hentinya sejak semalam dihiasi pesawat-pesawat milik tentara setan Assad.
Siang itu saya tidak berhasrat untuk memasak dan yang saya lakukan hanya berselancar di dunia maya untuk mengetahui update situasi wilayah tempat saya tinggal, Halab. Saya yang memang sejak di Indonesia tidak pernah keluar rumah kecuali ditemani suami meminta anak saya untuk pergi ke warung membeli telur. Pulang dari warung mereka datang dengan terengah2 sambil berkata, “ibu, kita harus siap-siap untuk mengungsi, 30 menit lagi Abu Fulan Al Tazikistan akan datang menjemput kita”. Saya lalu meminta anak saya yang laki-laki untuk mengkonfirmasi hal tersebut pada Abu Fulan Ash Shamy yang tinggal satu gedung dengan saya. Dia lalu mengatakan bahwa benar seluruh penduduk Hraria yang wanita dan anak-anak wajib pergi mengungsi atas perintah amir/wali Hraria demi keselamatan karena kondisi yang semakin memanas sehingga tidak memungkinkan bagi kami tetap tinggal di sekitar lokasi apartemen.
Daulah menyiapkan beberapa bis dan kami didata terlebih dahulu sebelum masuk bis. Saya sendiri mendapatkan jam keberangkatan sekitar jam 9.30 malam. Sebetulnya saya tidak ingin pergi mengungsi karena saya sangat ingin mengetahui kondisi sebenarnya ketika saling menyerang namun apa boleh buat karena itu perintah amir maka dengan sedikit perasaan menyesal saya dan anak-anak pergi mengungsi.
Bagi saya pribadi perjalanan menuju tempat pengungsian merupakan pengalaman yang mengesankan dan seru walaupun sebetulnya jurit malam dan kegiatan pelatihan fisik dan mental berbau semi militer sudah sering saya lakukan ketika saya masih sekolah di salah satu STM favorit di Bandung dulu karena almamater saya memang dikondisikan dalam suasana tingkat kedisiplinan yang tinggi. Betapa saya katakan mengesankan dan seru karena ini adalah perjalanan saya di malam hari dengan situasi menegangkan yang kedua kalinya setelah yang pertama percobaan melewati pagar kawat perbatasan disertai penjagaan tentara Turki yang cukup ketat.
Qodarullah saya mendapatkan bis yang cukup ‘bagus’. Beberapa kali bis mogok dan akhirnya berjalan dengan tersendat2 karena mesin bis yang sudah tidak mampu untuk dijalankan namun terpaksa harus bekerja. Dan beberapa kali pula bis terpaksa berhenti namun bukan karena mogok tapi karena ada pesawat melintas yang mungkin sedang mengintai sasaran atau hendak menembak. Alhamdulillah saya memiliki anak-anak yang sholeh dan sholeha, di tengah malam gelap dengan kondisi panas berkeringat karena bis yang tanpa AC dan selalu berhenti serta kami kehabisan air minum, anak-anak tidak lantas merengek-rengek apalagi menangis termasuk anak saya yang paling kecil berusia 19 bulan hanya diam memeluk saya. Menyaksikan mereka seperti itu ingin rasanya menangis, bukan karena situasi sulit yang sedang kami hadapi tapi karena melihat sikap mereka yang begitu tabah dan mengerti bahwa menangis dalam kondisi seperti itu tidak akan menyelesaikan masalah atau membuat keadaan menjadi lebih baik. Saya bukan orang yang mudah menangis dan suami saya mengajarkan pada anak-anak untuk tidak menyia-nyiakan air mata, gunakan air mata hanya untuk Allah, menangis hanya karena Allah. Terima kasih yaa Allah karena Engkau anugrahkan kepada kami berdua anak-anak yang insha Allah sholeh dan sholeha.
Akhirnya kami sampai di pengungsian sekitan jam 3.00 dini hari. Perjalanan yang memakan waktu cukup lama hampir 6 jam padahal jika siang hari hanya ditempuh dalam waktu +/- 2 jam saja. Masuk salah satu rumah, kami langsung dihidangkan nasi kabsah dan daging ayam. Tidak lupa kurma dan minuman ringan bersoda menyertai menu sahur kami dibawa oleh dua orang wanita. Alhamdulillah saya bersama sekitar 5 wanita dewasa dan 2 remaja putri, 8 anak2 masih bisa menikmati lezatnya hidangan tersebut. _____ (mungkin diantara teman2 yang membaca ini ada yang membayangkan suasana pengungsian yang saya alami seperti layaknya pengungsian korban banjir di Indonesia yang ditempatkan pada satu barak luas dengan kondisi makanan, obat2an, keperluan tidur dan mandi yang terbatas dan kekurangan. Maka di sini saya jelaskan bagaimana suasana pengungsian yang saya alami. Kami ditempatkan pada satu komplek perumahan dengan penjagaan ketat)_____ Setelah melaksanakan sholat shubuh, dirumah yang tanpa dilengkapi ruang tamu hanya memiliki 2 kamar, sebuah dapur, toilet, dan kamar mandi tersebut kami tidur, beristirahat melepas lelah setelah perjalanan semalam.
Sekitar jam 9.00 datang 2 orang wanita yang mengatakan bahwa sebagian dari kami harus pindah. Akhirnya saya dan anak2 bersama 2 wanita dewasa lain dan 4 orang anak dipindah ke rumah yang lebih besar. Rumah dengan tiga kamar yang dikelilingi kebun yang ditanami pohon delima, zaitun, dan tiin. Setiap harinya kami tidak dipusingkan dengan memikirkan menu apa yang perlu kami masak untuk sahur dan buka puasa karena setiap menjelang sahur dan buka puasa datang mobil yang mengantarkan hidangan yang siap kami santap, tidak lupa dikirim pula buah2an dan minuman bersoda. Kadang saya bosan dengan hidangan yang dikirim karena selalu memakai daging kambing, sementara saya kangen berat dengan nasi.
Sesekali datang kiriman snack, yoghurt dan juice kemasan. Selain itu semua kebutuhan yang kami perlukan selama kami di pengungsian menjadi tanggungan daulah. Kami tinggal menulis daftar kebutuhan dan menyerahkannya pada mujahidin yang bertugas mengurusi seluruh keperluan pengungsi. Seperti saya contohnya yang memiliki anak banyak, saya menulis semua kebutuhan saya dan anak-anak mulai dari susu bayi, susu untuk anak saya yang lain, popok sekali pakai, mie instan, dll dan mereka memenuhinya. Bahkan ketika saya meminta sebuah water heater, mereka membelikan baru untuk saya. Hmmm, betapa daulah sangat memahami bagaimana mengurusi kami warganya yang sedang dalam pengungsian.
Sejak rabu kami diungsikan hingga tiba hari minggu tidak ada sedikitpun kabar datang mengenai progress di Hraria dan kabar mengenai suami. Yaa kembali saya harus melakukan penguatan sabar dan pasrah karena bisa dipastikan Idul Fithri tahun ini akan saya lalui hanya bersama anak-anak dan pengungsi lainnya tanpa kehadiran suami.
Idul Fithri pun tiba. Sesuai prediksi lebaran pertama di tanah hijrah tanpa kehadiran suami, menyedihkan. Tapi Alhamdulillah semua itu terobati dengan suasana gembira melihat anak-anak anshor yang memakai pakaian baru serta parfum padahal dalam keseharian mereka bisa dibilang jarang mandi dan dekil.
Sementara itu dari daulah melalui mujahidin yang mengurus seluruh kebutuhan kami datang mengirimi kami banyak makanan. Insha Allah saya masih ingat betul, kami dikirim nasi dalam porsi besar dan 4 ayam bakar utuh. Selain itu dikirim pula berbagai macam kue, permen dalam kantong besar dan tentunya kuaci cemilan khas Suriah, teman minum teh sambil ngobrol.
Di pagi itu salah seorang pengungsi asal Suriah bersama anak-anaknya meninggalkan pengungsian karena menantunya yang berasal dari Yordania menjemputnya untuk tinggal di Raqqa. Tinggallah saya bersama anak-anak dan seorang wanita Suri yang berusia 18 tahun yang telah memiliki anak berumur 2 tahun.
Ba’da Idul Fithri sepertinya hanya saya yang tidak sibuk mencari rumah baru dan izin pindah. Saya tidak tahu harus mencari rumah baru kemana dan juga tidak tahu bagaimana prosedurnya. Maklum modal saya hanya bahasa Inggris, bahasa Arab bisa seadanya tapi di sini tidak semua bisa berbahasa arab. Entah mereka menggunakan jenis bahasa arab apa saya tidak tahu. Hari bertambah hari semakin banyak pengungsi yang pergi karena sudah mendapat rumah baru dan saya tetap bertahan di rumah itu tanpa sedikitpun pernah menerima kabar tentang suami. Saya kadang berfikir apa mungkin suami tega membiarkan saya dalam kondisi bingung tanpa kabar sedikitpun? Sebagai seorang muslimah yang tinggal di wilayah syariah sudah barang tentu harus mengedepankan husnudzon. Saya berfikiran mungkin ada pertimbangan lain dari suami hingga tidak datang menengok atau mungkin kebijakan lain yang ditetapkan daulah hingga para suami tidak diizinkan menengok.
Waktu itu saya serumah juga dengan tiga orang kakak beradik asal Suri. Ummu Fulan yang paling tua telah mempunyai empat orang anak, disamping itu ia pun mengurusi kedua adiknya yang berumur 17 tahun dan 14 tahun, keduanya sedang hamil muda. Adiknya yang berumur 17 tahun menikah dengan seorang muhajir berusia 30 tahun asal Mesir. Dia terlihat sehat tanpa ada keluhan layaknya ibu2 yang tengah hamil muda namun kesehariannya selalu diisi dengan menangis karena rindu pada suaminya yang tak kunjung datang menengok. Sementara sang adik yang berusia 14 tahun bersuamikan seorang jazrowiyin berusia 30 tahun. Kehamilannya membuatnya sering sakit dan muntah-muntah. Kendati begitu, walaupun dalam pengungsian kita tidak perlu khawatir jika ada keluhan kesehatan atau menderita satu penyakit. Kita tinggal bilang pada pengurus bahwa kita sakit apa lalu mereka akan datang membawakan obat. Kalaupun setelah dua hari kita tidak kunjung sembuh kita tinggal bilang pada pengurus kita butuh pergi ke dokter. Seperti halnya yang dialami adik dari Ummu Fulan, tiga kali pengurus membawanya ke dokter kandungan.
Sementara saya, tidak ada lagi yang saya butuhkan atau permintaan khusus pada daulah. Daulah sudah sangat baik dan peduli pada warganya di pengungsian. Satu hal yang saya butuhkan adalah internet untuk mencari tahu kabar suami. Hingga di hari sabtu siang, 6 syawal saya mengirim surat pada pengurus agar saya bisa pergi ke tempat yang menyediakan koneksi internet. Sore harinya datang mobil yang bertugas mengirim makanan sambil membawa pesan untuk saya bahwa saya bisa pergi ke tempat yang menyediakan internet. Senang bukan main mendapatkan kemudahan itu hingga saya lupa membawa pistol. Memang bagi kami termasuk wanita yang memiliki silah wajib membawanya kemanapun kita pergi.
Saya pergi bersama anak lelaki saya yang berusia 8 tahun didampingi seorang mujahidin. Setelah +/- berjalan 4 km sampailah kami di tempat yang dituju dan hari sudah gelap serta dingin. Terdengar suara adzan maghrib dan internet tersambung.
Seketika saya membuka sebuah messenger dan mendapati sebuah pesan dari suami bahwa hari jum’at sebelumnya suami sempat menengok ke apartemen namun mendapati apartemen sudah kosong. Suami menuliskan sesuatu ‘Pesen ayah, yang sabar dan istiqomah, apapun kondisinya di tempat pengungsian, insha Allah semua itu bisa menjadi penebus fitnah di alam kubur dan padang mahsyar nanti’. Pesan yang hanya berjumlah lima baris itu diakhiri dengan ucapan Taqabalallahu minna wa minkum, Selamat Iedul Fithri. Tidak ada kata2 yang bisa mengungkapkan perasaan saya kala itu hanya air mata yang menetes setelah membaca pesan itu. Saya tidak membalas pesan suami secara panjang lebar, saya hanya mengatakan bahwa saya ingin pulang ke Hraria. Sementara ikhwan yang mengantar saya hanya bisa mengatakan, “ukhti, laisa tabqi insha Allah khoyr”.
Saya lalu membuka akun facebook dan menghubungi rekan sesama admin KDI, meminta tolong padanya untuk menghubungi suami dikarenakan tidak setiap hari saya bisa pergi ke internet cafe untuk mengabarkan kondisi saya yang sempat sakit akibat kecelakaan motor yang saya alami bersama suami beberapa minggu sebelumnya. Menjelang isya, sekitar jam 9.30 malam saya sampai di rumah dengan kaki yang lumayan terasa pegal-pegal. Teman sekamar lalu menyediakan makan malam untuk saya dan anak lelaki saya. Anak perempuan saya yang paling besar langsung menanyakan kabar ayahnya begitu saya sampai. Sementara anak perempuan saya yang berumur 6 tahun dan bayi saya sudah tertidur pulas.
Keesokan harinya, minggu, Ummu Fulan beserta anak-anaknya dan kedua adiknya meninggalkan pengungsian pindah ke rumah barunya sedangkan teman sekamar saya di hari selasa dijemput oleh suaminya untuk pulang dan tinggal di rumah orang tuanya. Tinggalah saya dan anak-anak yang tersisa di rumah itu.
Masih saya ingat dengan jelas di hari senin sekitar jam 3.00 sore pengurus mengirim kami sebuah dus besar yang sangat berat untuk diangkat. Setelah kami buka ternyata berisi beras kemasan 5 kg, minyak goreng 4 ltr, margarine 2 kg, pasta spaghetti 1 kg, pasta tomat, gula, teh, garam dan berbagai makanan instan dalam kemasan kaleng seperti tuna, kornet, dan kacang2an (sangat disayangkan saya lupa untuk mendokumentasikannya). Selang beberapa jam, sekitar ba’da maghrib kami dikirimi lagi sebuah dus yang berisi sabun cuci piring beserta sponge, detergent, shampo, sabun mandi, sebuah penggorengan, dan sebuah kompor listrik.
Di selasa sore, salah seorang pengurus sambil memberikan jatah makan sore mengatakan bahwa mulai besok rabu tidak akan dikirim lagi makanan matang, mungkin karena jumlah pengungsi yang sudah sedikit atau mungkin ada pertimbangan lain saya tidak tahu yang pasti kebutuhan-kebutuhan lainnya tetap dipenuhi seperti biasanya.
Sepeninggal teman sekamar saya memasak. Di hari kamis, seperti biasanya setelah sholat shubuh saya membangunkan anak-anak untuk sholat shubuh. Tidak seperti biasanya, pagi itu rasanya malas sekali untuk merendam pakaian kotor. Aktivitas kemudian saya lanjutkan di dapur, memasak ditemani anak perempuan saya yang paling besar untuk sarapan kami sementara anak-anak yang lain saya suruh mandi. Acara memasak selesai dan kami langsung bergegas sarapan.
Ketika sedang menikmati sarapan terdengar gerbang rumah diketuk. Saya lalu meminta anak lelaki saya keluar menemui tamu yang datang. Tidak lama kemudian anak saya datang membawa kabar bahwa mereka datang untuk menjemput kami pulang ke Hraria. Betapa bahagianya saya waktu itu, pulang ke Hraria bagaikan cita-cita yang sudah sangat lama saya dambakan. Saking bahagianya saya sampai menangis karena teringat do’a2 yang saya panjatkan, terlebih di malam hari yang baru saja dilewati yang ketika itu saya menangis merasa sangat down, mengadu pada Allah bahwa saya merindukan suami, merindukan perjumpaan dengan suami, dan merindukan Hraria. Alhamdulillah di pagi harinya sang pengabul do’a, sang penggerak hati manusia mengabulkan do’a saya. Subhanallah wal hamdulillah.
Setelah hampir 3 jam menempuh perjalanan sampailah kami di Hraria. Memasuki gerbang komplek apartemen seperti biasa si mujahidin tua, begitu saya biasa memanggilnya sedang berjaga di pos di samping gerbang. Saat itu saya melihatnya tengah mengobrol bersama teman satu mu’asykar suami, Abu Fulanah At Tounisi. Mobil berjalan terus menuju gedung tempat kami tinggal. Saya mengamati keadaan sekeliling begitu sepi, kaca jendela dan krey banyak yang pecah dan rusak.
Turun dari mobil mata saya langsung tertuju pada balkon yang sudah bolong tanpa pintu dan krey. Ketika memasuki rumah, saya hanya bisa diam terpaku melihat kondisi balkon yang sangat kotor dan berdebu. Entah berapa puluh bangkai kecoa yang tergeletak mati di lantai balkon. Setelah barang-barang selesai dibawa masuk, saya tidak langsung bergegas bersih-bersih dan saya pun tidak ingin melihat kondisi bagian lain dari rumah kami yang bisa saya prediksikan hancur dan berantakan. Saya hanya duduk sambil menunggu suami datang. Anak-anak pun hanya duduk saja mungkin karena lelah setelah perjalanan yang cukup jauh.
Setelah satu jam menunggu, suami tak kunjung datang. Lalu saya meminta anak lelaki saya untuk pergi ke gerbang meminta tolong pada Abu Fulanah At Tounisi supaya dipanggilkan Abu Muhammad alias Abu Shabrina untuk pulang. Rupanya mujahidin tua yang berjaga di depan tersebut salah memahami perkataan anak lelaki saya. Tak lama datang Abu Fulanah At Tounisi ke rumah menanyakan ada masalah apa? Butuh pertolongan apa? Saya yang bersembunyi di dapur (balkon dan dapur terletak di bagian depan rumah berdampingan. Barulah bagian belakang rumah tiga kamar tidur, toilet, dan kamar mandi) sementara Abu Fulanah At Tounisi dibawa masuk anak lelaki saya menuju kamar. Terdengar dia membereskan dan membersihkan pecahan kaca. Hmmm, rupanya dia juga salah memahami perkataan anak lelaki saya.
Akhirnya saya memanggil anak saya yang sedang menemani Abu Fulanah At Tounisi untuk membawanya berbicara dengan saya. Dari balik pintu dapur saya berbicara dengannya lalu saya katakan saya hanya membutuhkannya untuk memanggil suami saya pulang karena saya membutuhkan suami saya untuk membetulkan beberapa bagian dari rumah kami yangmembetulkan beberapa bagian dari rumah kami yang hancur dan saya katakan pula padanya tidak mungkin saya menerima bantuannya untuk membersihkan pecahan kaca. Abu Fulanah At Tounisi memang seorang pria yang baik. Istrinya berkawan baik dengan saya karena kami menghabiskan waktu bersama selama 10 minggu di save house. Pasangan suami istri tersebut selalu memanggil saya dengan panggilan Aisha Andunisiy karena berbarengan dengan kami ketika di save house ada juga Aisha yang lain, Aisha Turkey dan Aisha Rusky.
Kembali menunggu datangnya suami. Alhamdulillah tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk dan ternyata suami yang datang. Ingin rasanya memeluk suami namun itu hanya sebatas niat saja. Bagaimana mungkin saya rebutan dengan anak-anak yang saya lihat berlarian menyambut kedatangan ayah mereka.
Saya baru tersadar bagaimana berantakannya rumah kami setelah saya membuntuti suami masuk ke bagian belakang rumah. Semua kaca jendela kamar pecah dan lantai dipenuhi dengan pecahan kaca dan bangkai kecoa. Siang itu suami datang hanya untuk membersihkan pecahan kaca yang masih menempel di jendela serta membersihkan pecahannya yang berserakan di lantai kamar sementara balkon tetap tanpa pintu hanya suami tutup dengan selimut. Waktu yang tersisa tidak cukup untuk membetulkan krey yang rusak karena suami harus kembali ke tempat ribath sebelum waktu maghrib tiba. Bagi saya kondisi seperti itu adalah karunia karena itu tandanya suami akan datang kembali esok hari.
Kami membereskan dan membersihkan rumah sambil mengobrol. Akhirnya terjawab sudah mengapa suami tidak datang menengok selama kami di pengungsian. Hal itu dikarenakan lokasi pengungsian yang dirahasiakan dari para suami. Sebagian kecil dari mujahidin yang sudah berkeluarga memang mengetahui lokasi pengungsian dikarenakan mereka termasuk para suami yang kala itu memiliki kesempatan mengantar keluarganya ke lokasi pengungsian.
Selain itu, tak lupa suami memberikan uang infaq bulanan yang diberikan daulah untuk setiap mujahidin. Betapa kagetnya saya ketika menerima uang dari suami. Bulan ini kami menerima jumlah yang sangat banyak, 2x lipat dari biasanya. Jika biasanya kami menerima $200 atau sekitar 34.000 – 36.000 lyra Suri, bulan ini kami mendapat infaq sebesar $410. Suami menjelaskan bahwa bulan ini memang ada ‘bonus’. Biasanya untuk pasangan suami istri masing2 mendapat $50 dan masing2 anak atau yang belum menikah mendapat $25 maka bulan ini untuk suami mendapat $150, istri mendapat $100, dan setiap anak mendapat $40.
Subhanallah, saya tidak pernah membayangkan ada semacam THR di daulah dan sebelumnya ketika beberapa hari ramadhan baru saja mulai, daulah memberikan semacam bingkisan berisi bahan makanan dan berbagai kebutuhan dapur lainnya (photonya pernah saya upload di akun facebook siti khadijah)
Setelah 4 jam di rumah, sekitar jam 6.00 sore suami kembali ke tempat ribath. Alhamdulillah malam hari kami lalui dengan tenang dan sepi tanpa sambutan dari pesawat jet ataupun dentuman bom. Esoknya suami datang kembali ke rumah. Sama seperti hari sebelumnya, hari ini pun datang hanya untuk membetulkan bagian rumah yang rusak. Waktu yang tersisa kami gunakan untuk bertukar informasi dan menceritakan pengalaman kami masing2 selama hampir tiga minggu berpisah.
Tiba waktunya makan sore. Karena tidak tersedia bahan makanan untuk dimasak, saya hanya membuat orak arik telur. Walaupun dengan lauk ala kadarnya, alhamdulillah terasa nikmat dan membuat saya bahagia. Saya bersyukur karena Allah masih memberikan saya kesempatan untuk bercengkrama dengan suami dan anak2 sebagai satu keluarga yang utuh. Suami selesai makan paling duluan lalu pergi ke kamar untuk menyiapkan perlengkapan yang harus dibawa ke tempat ribath sementara saya sambil menyuapi anak yang paling kecil harus mengawasi piring besar tempat kami makan karena khawatir anak2 tidak menghabiskan makanan. Belum juga kami selesai makan, tiba-tiba terdengar suara bom yang sangat keras menandakan bom jatuh dengan jarak yang sangat dekat dengan kami.Krey balkon yang baru saja dibetulkan kembali rusak dan balkon rumah kami dipenuhi dengan kepulan debu dan acara makan pun dengan terpaksa kami hentikan. Suami pun membetulkan krey balkon yang kembali rusak sebelum akhirnya pergi ribath. Sebelum pergi, suami berpesan agar kami tidak takut dengan setiap bom yang datang. Caranya yaitu dengan tidak membuat maksiat.
Hanya selang beberapa menit setelah suami pergi, terdengar pintu diketuk. Ternyata suami datang membawa kabar bahwa mujahidin yang bertugas ribath di gerbang komplek apartemen meminta saya dan anak-anak pergi mengungsi kembali. Yaa Allah, baru saja kemarin siang saya sampai rumah dan sore ini harus kembali mengungsi? Saya hanya menghela nafas panjang. Suami ditemani anak lelaki kami yang paling besar kemudian pergi untuk mengurusi mobil yang sedianya akan kami pakai untuk pergi mengungsi namun karena hari itu hari jum’at waktunya libur bagi yang bertugas di maqor, maka salah seorang diantara mereka mengatakan insha Allah besok pagi mobil siap untuk mengantar kami.
Sempat sedikit marah dengan yang suami kabarkan bahwa kami harus pergi esok hari karena bisa dipastikan saya akan kembali sibuk mengangkut barang-barang disamping harus menggendong anak saya yang terkecil. Namun akhirnya saya menyeringai malu ketika suami berkata, “malam ini ayah ribath di rumah, jagain ibu sama anak-anak”. Bagaikan anak kecil yang kegirangan karena dihadiahi lolipop, dalam hati saya berteriak “alhamdulillah, assyyyyiiiiiikkk”. Yaa memang selalu ada hikmah dari setiap kejadian tapi terkadang manusia melupakan hal tersebut karena emosi.
Hikmah ke-dua saya rasakan esok harinya, suami menemani kami ke lokasi pengungsian. Artinya tidak seperti sebelumnya, kali ini jika di kemudian hari memiliki kesempatan suami bisa datang untuk menengok kami. Hari itu saya mendapatkan pengalaman lucu. Jika mobil yang biasa kami gunakan yang berjenis double cabin, kali ini mobil yang tersedia adalah jenis pick up kambing. Saya katakan pick up kambing karena ukuran mobil yang mini mungkin hanya 1000 cc dan saya sering melihat pick up dengan fisik demikian digunakan masyarakat di sini untuk mengangkut kambing. Mobil berjalan sangat lambat karena mungkin akibat muatan yang terlalu berat. Pada waktu itu ada tiga keluarga termasuk keluarga kami yang diungsikan kembali. Anak-anak menempuh perjalanan dengan mobil tersebut sedang saya bersama suami dan si bungsu mengendarai motor.
Tiba di lokasi pengungsian saya langsung menempati rumah yang sebelumnya saya tempati. Tidak saya sangka ternyata Ummu Fulan bersama salah satu adiknya yang bersuamikan seorang jazrowiyin kembali ke rumah itu. Dia menceritakan bahwa Al Bab sedang mendapat banyak serangan bom termasuk diantaranya komplek pemukiman mujahidin. Hal ini yang menyebabkannya kembali ke rumah pengungsian. Sementara suami setelah sejenak melepas lelah kembali pulang ke Hraria menuju tempat ribath.
Setelahnya kembali saya menjalani hidup sebagai pengungsi selama 2 minggu dan di kemudian hari ketika saya melihat banyak rumah kosong yang sudah ditinggal pengungsi lain, saya meminta kepada pengurus untuk memberikan satu rumah khusus untuk saya sekeluarga. Alhamdulillah mereka sangat compromized dan saya diberikan rumah sendiri. Seperti biasa kebutuhan akan sayuran dan buh2an serta makanan lainnya selalu dikirim hingga akhirnya saya meminta dengan paksa pulang ke Hraria, mereka menyediakan mobil yang saya butuhkan dan mengantarkan kami sampai ke rumah.
Sebenarnya sangat dilarang untuk kembali ke Hraria karena keadaan yang sangat berbahaya namun bagi saya tidak ada tempat yang paling pas yang pernah saya tinggali selain Hraria sebagai tempat untuk memupuk dan memantapkan keimanan.
6 hari setelah tinggal kembali di apartemen di kamis pagi yang benar-benar sepi, satu-satunya warung tempat saya memenuhi kebutuhan sehari-hari dibom nusairiyyah. Tepat rasanya jika kemudian saya mengatakan komplek apartemen seperti kota mati karena logistik sudah diputus, dihancurkan setan nusairiyyah dan penduduk akhirnya diungsikan semuanya.
Sampai hari ketika saya serahkan tulisan ini pada teman-teman admin KDI, saya masih bertahan tinggal di apartemen Hraria sekalipun persediaan makanan kami semakin menipis dan setiap malam dalam kondisi mencekam. Satu hal perlu saya tegaskan bahwa Daulah Islam adalah tempat yang aman. Jika sekarang saya dalam kondisi yang tidak aman itu dikarenakan posisi kami yang dalam jarak tembak setan syi’ah dan karena memang suami ditempatkan di tempat yang sangat berbahaya. Saking berbahayanya, banyak diantara mujahidin yang tidak sanggup bertahan dan lalu memilih kabur dari tempat ribath yang ditempati sekarang oleh suami. Insha Allah dalam bebarapa hari ke depan saya akan pindah ke tempat yang lebih aman namun sepertinya suami akan tetap tinggal di Hraria.
Kesaksian ini saya rasa sangat adil mengingat surat dalam artikel situs sahawat tersebut ditulis oleh muhajirot dan bantahannya pun ditulis oleh muhajirot dan bahkan pernah dalam kondisi mengungsi sehingga insha Allah pembaca setia KDI akan mengetahui betapa baik dan perhatiannya Daulah kepada kami.
Saya, Siti Khadijah aka Ummu Shabrina yang bertanggung jawab atas tulisan ini. Dan bagi penulis yang tulisannya dimuat di situs sahawat murtad tersebut, Insha Allah kita akan bertemu di mahkamah milik Allah untuk mempertanggung jawabkan setiap kata yang telah kita tulis.
Hraria-Halab, 13 Dzulqoidah 1435 / 9 September 2014
Sumber :FP Khilafah dawla Islamiyah

Tata cara kufur kepada Thoghut

🌹Jika engkau bertanya tentang tata cara Wudhu dan Sholat yang sesuai dengan tuntunan Nabi SAW, maka Ustad Ustad layar kaca akan berebutan untuk menjawab.
🌹Jika engkau bertanya tentang tata cara pelaksanaan Haji dan Umroh, maka Ustad Ustad selebriti akan saling bersahutan untuk menjawab dan saling membenarkan.
⚠️Tetapi....Jika engkau bertanya tentang tata cara kufur kepada Thoghut serta bertanya tentang jenis jenis dedengkot thoghut berdasarkan Al Qur'an dan Sunnah, maka hanya Ustad Ustad yang ada dibalik jeruji besi yang bisa menjawabnya.
Kenapa???
Karena itulah pondasi dasar dari Aqidah Islam yang lurus....Tanpa mengkufuri thoghut maka Iman seseorang kepada Allah tidak sah...
Kalau Iman kepada Allah tidak sah apakah orang itu masih bisa di sebut Mukmin???
Pada hakikatnya, thoghut penguasa itu akan menyeret rakyatnya kedasar Neraka jahannam kecuali mereka yang berlepas diri darinya.
"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : " Beribadahlah kalian kepada Allah saja, dan jauhilah thoghut." ( An Nahl: 36)
Laa ilaaha illallah mengandung dua unsur pokok, laa ilaaha sebagai sebuah nafyun (penafian), yaitu meniadakan hak untuk diibadahi dari segala sesuatu selain Allah dan illallah sebagai sebuah itsbat yaitu menetapkan dan menujukan semua bentuk ibadah kepada Allah semata. Segala sesuatu yang diibadahi selain Allah adalah ilah (tuhan) yang bathil. Islam mwmberi nama thoghut untuk tuhan-tuhan yang bathil yang diibadahi selain Allah.
Keimanan seorang hamba tidak akan sah sampai dia mengkafiri thoghut.
"Maka barangsiapa yang kufur terhadap thoghut dan beriman pada Allah maka dia telah berpegang pada tali (islam) yang sangat kuat (laa ilaaha illallah). QS Al Baqarah: 256.
Makna thoghut adalah setiap hal yang diibadahi/ditaati selain Allah dan dia rela dengan peribadatan/ketaatan itu. Thoghut itu banyak dan pemimpinnya ada lima.
1. Setan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah.
2. Seorang penguasa zalim yang mengubah hukum-hukum Allah. Dalilnya QS An Nisa: 60.
3. Orang yang memutuskan perkara dengan selain apa yang diturunkan Allah. Dalilnya adalah : "Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang kafir." QS Al Maidah: 44.
4. Orang yang mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib selain Allah.
5. Orang yang diibadahi selain Allah dan dia rela dengan ibadah itu. Dalilnya QS Al Anbiya :29.
Thoghut itu ada 3 macam :
1. Thoghut dalam ibadah.
2. Thoghut dalam hukum. " Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang mengaku beriman kepada wahyu Allah yang telah diturunkan kepadamu dan diturunkan sebelummu? Mereka ingin berhukum kepada thoghut padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari thoghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka sejauh-jauhnya. (An Nisa: 61)
" Sesungguhnya hak menetapkan hukum itu hanya milik Allah. Dia memerintahkan kalian untuk tidak beribadah kecuali kepadaNya saja. Itulah dien yang lurus." QS Yusuf: 40.
3. Thoghut dalam ketaatan
Dua kalimat syahadat memiliki konsekuensi mengakui Allah dan Rasul Nya sebagai satu-satunya sumber kebenaran yang diikuti, menjadikan Al Qur'an dan As Sunnah sebagai satu-satunya pedoman hidup yang diikuti, dan menolak semua bentuk hukum, undang-undang, adat istiadat atau pedoman hidup yang menyelisihi Al Qur'an dan As Sunnah.
" Maka demi Rabb mu, mereka tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim ( pemberi keputusan) dalam perkara yang mereka perselisihkan , kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusanmu dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya." (An Nisa:65)
Thoghut-thoghut modern masa kini adalah isme 2 / ajaran sesat;
Nasionalisme, Demokrasi,komunisme,Pluralisme, sekularisme, humanisme, materialisme, naturalisme, atheisme, komunisme, zionisme, teokrasi, kapitalisme, sosialisme, liberalisme.
Faham-faham thoghut modern ini banyak dianut umat manusia di seluruh dunia, maka jika orang-orang yang mengaku muslim mentaati ajaran thoghut modern ini berarti dia telah keluar dari Islam (murtad).
Maka benarlah firman Allah : " Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kalian menjadi sama dengan mereka." (An Nisa:89)
Astaghfirullahal azhiim...kita berlindung dari perbuatan kekafiran yang menyebabkan masuk neraka jahannam...naudzubillah!

SETAHUN DI BUMI KHILAFAH "




AlhamdulilLah 'Alaa Kulliy Haal

Masih Teringat Dulu Ketika Masih Di Indo Melihat Rilisan Daulah Yang Hampir Setiap Hari Tersedia di Laptop, Hampir Setiap Hari Pula Tak Lupa Mendengar Nasheed Daulah Disetiap Waktu Luang Yang Menemani Hari Hari Di Rumah Kontrakan...
Sesekali Aku Menangis Tersedu Menahan Kerinduan Ketika Melihat & Mendengar Kehidupan Di Bumi Khilafah Yang Di Cintai Orang Orang Yang Beriman ( Aku Yaqin Kalian Pun Begitu )
Setiap Harinya Ku selalu Berharap Semoga Suatu Hari Di Sampaykan Ke Bumi Allah Yang Telah Menerapkan Syariat Islam Secara Kaffah Di Iraq & Syam Kami Pun Sudah Bertekad Bulat Untuk Hijrah Ke Bumi Syam Sebelum Akhir Tahun...
AlhamdulilLah Di Awal Malam Yang Sangat Dingin Akhirnya Doa Kami Pun Terjawab Dan Aku Berhasil Menyeberangi Perbatasan Dengan Perasaan Yang Tidak Menentu ( Disatu sisi Karena Terpisah Dengan Suami Disisi Lain Serasa Masih Berkhayal, Shock Dengan Sejuta Perasaan Yang Sulit Untuk Di Ungkapkan )
Sedikitpun Aku Tidak Menangis Mungkin Karena Masih Shock Capek Dan Seolah Tidak Percaya Antara Iya Dan Tidak Jika Aku Telah Sampai Di Negeri Impian Hingga Akupun Di Inapkan Di Sebuah Maqor ( Rumah Sementara Bagi Muhajir )
Walhamdulillahiwahdah...
Setelah 3 Hari Di Maqor Perbatasan Akhirnya Kami Di Bawa Ke Raqqa...
Di Saat Itulah Di Mobil Aku Mendengar Kembali Nasheed Yang Dulu Pernah Ku dengar Sewaktu Masih Di Negeri Kafir Hindunesyiah
" Abu Bakar Al Baghdadiy Yaa Amiruna " Sontak Air Mata Ku Pun Tanpa Terasa Begitu Deras Membasahi Pipi
Ummahat Turkiy Di Sebelahku Melihat Aku Menangis Ia Pun Ikut Menangis...Perasaan Haru Bahagia Bercampur Jadi Satu Yaa Rabbiy Segala Puji Bagimu Yang Telah Menyampaikan Hamba Yang Lemah Ini
Alhamdulillah Kini Aku Berada Di Sini Negeriy Nya Para Nabi...Di Bumi Khilafah Islamiyyah Negeri Impian Orang Beriman Negeri Yang Di Pimpin Oleh Keturunan Yang mulia Cucu Nabi Muhammad Sallallahu'Alaihi Wa Sallam ( Syaikh Ibrahim Ibn Awwad Al Badri Al Husayni Al Qurayshi Al Baghdady )
Di Sepanjang Perjalanan Aku Melihat Hamparan Padang Pasir Terbentang Luas, Deretan Pohon Zaitun Yang Tak Pernah Ku Lihat Sebelumnya Masyaa Allah...
Awalnya Aku Merasa Heran Sepanjang Perjalanan Aku Tidak Melihat Adanya Royah ( Bendera Tauhid Hitam ) Ciri Khas Daulah Islam Berkibar...
Masyaa Allah...
Sekali Lagi Airmata Membasahi Pipi Ketika Pertama Kali Melihat Panji Rasulullah Berkibar Dengan Gagah Nya Di Gerbang Pintu Masuk & Dijalan Jalan Sepanjang Menuju Kota Raqqa...
Kami Sadar Ini Bukanlah Akhir Dari Perjalan Kita Sebagay Muhajirin ,Smoga Allah Tsabatkan Kami Dijalan Ini & Mengumpulkan Kami Bersama Para Syuhada' & Anbiyaa Inshaa Allah
Disini Aku Merasakan kejayaan Islam Telah Kembali, Dimana Ummat Islam Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri, Dan Orang Orang Kafir Menjadi Hina Lagi Terhinakan...
Amar Ma' ruf Ditegakkan Nahi Mungkar Pun Dijalankan !
Barangsiapa Yang Menyakiti Kaum Muslimin Disini Niscaya Akan Ditertibkan !
Para Penjahat, Koruptor, Begal, Pembunuh Pelaku Dosa Besar Semua Akan Dihukum Dengan Syariat Yang Agung ( Al Qur'an & Sunnah )
Mata Mu disini Akan Terbiasa Melihat Kebaikan...
Islam & Syariat-Nya Benar Benar Menjadi Tinggi, Orang Orang Kafir Yang Berani Coba2 Menghina Islam Akan Menjadi Bangkai Dan Dipertontonkan Kepada Seluruh Ummat Agar Dijadikan Pelajaran !
Jika Dulu Hanya Bisa Membaca Kisah Kisah Kejayaan Islam Di buku Sejarah, Maka Disini Aku Melihat Segelintir Orang Orang Yang Beriman Kembali Mengukir Sejarah Dengan Menegakkan Syariat Yang Telah Lama Ditinggalkan, Dan Seluruh Syariat Pun Telah Dilaksanakan !
Walhamdulillahirobbil'Aalamiin...
Ya Rabb...
Jika Daulah Ini Daulah Khawarij Seperti Yang Mereka ( Shahawat ) Tuduhkan Maka Bunuhlah Para Pemimpinnya Hancurkanlah Seluruh Kekuasaan Nya dimuka Bumi Serta Berikanlah Hidayah Kepada Junud nya Yg berjuang Dijalan Mu...
Namun Jika Daulah Ini Benar Benar Menerapkan Syariat-Mu Secara Kaffah Maka Berikanlah Tamkin Kepadanya Dibumi , Perluaslah Wilayah Kekuasaan Nya Taklukkan lah Keangkuhan Koalisi Kafir Murtad Dibawah Kaki Junud2 nya !!
Serta
Berikanlah Kabar Gembira Kepada Hati Orang2 yg Beriman...
Bumi Khilafah Raqqah 8 Rabiul Awal 1438H
(Ummu Azzam Hurayrah)

PENYERU SUNNAH TERNYATA AHLU BID'AH

Bismillah...

PENYERU SUNNAH TERNYATA AHLU BID'AH

Tidak di ragukan lagi bahwa orang2 yg menisbatkan diri sebagai ahlu sunnah wal jamaah di indonesia ternyata menjadi ahlu bid'ah yang dolalah. Mereka melakukan ibadah/ritual yang tak pernah di contohkan oleh Nabi dan Para Sahabat.

Dan yang paling parah adalah orang2 mengaku paling nyunah serta mengatakn diri sebagai salafy, akan tetapi mereka melakukan bid'ah yang paling parah yaitu menganggap semua penguasa thogut yang duduk di atas kursi syirik demokrasi yg tak berhukumkan dgn kitabullah itu sebagai ulil amri yg wajib di taati.. ini bid'ah yg paling menyimpang dr pemahaman salafus sholeh. Orang2 ini tak paham tentang makna sebenarnya dari ulil amri minkum.

IMAM IBNU ABI ALI AL-HANAFI
Beliu berkata,"Jika seorang penguasa meyakini bahwa hukum yang Allah turunkan tidak wajib diamalkan atau boleh memilah milih hukum Allah yang sesuai dgn seleranya meskipun masih meyakini tentang wajibnya, dia telah berbuat kufur akbar."[Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah,
2/446]

IMAM ASY-SYAFI'I
Beliu berkata,"Siapa yg berijtihad dan MENETAPKAN HUKUM di luar hukum dan aturan Islam, dia bukan seorang mujtahid dan bukan seorang muslim, baik sesuai Islam ataupun menyelisihi ajaran Islam. Dia adalah orang yg tidak berakal, dia menjadi kafir karena menyelisihi hukum dan ketentuan Islam."[Kitab Kalimah Al-Haqin, hal.96]

Dan juga mereka tak pernah memahami hadist2 jihad sehingga orang2 yg berjihad di muka bumi ini yg bertujuan untuk menegakkan syariat islam dan melindungi darah kaum muslimin, mereka katakan sebagai khawarijj..

"Keanehan ummat ini. Tidak ada yang mau berjihad di dalamnya kecuali khowarij. Tidak ada yang mau berusaha menegakkan syariat kecuali khowarij. Tidak ada yang ditakuti oleh musuh-musuhnya kecuali khowarij. Dan kekhowarijannya terbukti ketika maut telah datang dan ia mati dalam keadaan tersenyum." [Syaikh Sayyid Quthb Rahimahullah ]

Syaikhul islam ibnu taimiyyah rahimahullah berkata : ketika orang2 munafiq ingin menimbulkan keraguan tentang orang2 yang haq(benar). mereka(munafiq) menyebutnya(haq) khawarij. (majmu' fatawa ibnu taimiyyah volume 23 halaman 325)

Hasbunallah wa ni'mal wakiil..
Wallahua’lam bishawab..

(Abu Sa'ad Al Endonesy)

Siapa yang Pertama kali memenggal musuh?

Siapa yang Pertama kali memenggal musuh?
Memenggal kepala pertama kali dilakukan oleh sahabat.
Beliau adalah Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Ibnu Mas’ud memenggal musuh Allah dan gembong kekufuran, Abu Jahl.

Kisah pemenggalan tersebut kita bisa dapati di Kitab Shahihul Bukhori Kitab al-Maghazi Bab Qatli Abi Jahl Karya Imam Bukhori dan Kitab al-Bidayah wan Nihayah bab Maqtal Abi Jahl la’anahullah karya Imam Ibnu Katsir.
Peristiwa itu terjadi dalam Perang Badr. Sebelumnya kematiannya melalui tangan Ibnu Mas’ud, Abu Jahl terluka oleh tombak Mua’dz bin Amru bin Jamuh. Mu’adz ibnul Jamuh pun terluka, di mana tangannya terputus karena sabetan pedang anak Abu Jahl, Ikrimah.
Mu’adz bin Afra’ melawati Abu Jahl dan menambah luka Abu Jahl dengan tombaknya.
Setelah pertempuran selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ingin mengkonfirmasi kalau gembong kekufuran, Abu Jahl, telah tewas.
Maka Ibnu Mas’ud pun mengajukan diri untuk bertanggungjawab untuk memastikan kematian Abu Jahl.
Ibnu Mas’ud pun pergi ke medan pertempuran. Ia menemukan Abu jahl tergelatak di atas pasir dengan kondisi terluka parah. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
Ibnu Mas’ud [un meletakkan kakinya di leher Abu Jahl.
Ibnu Mas’ud pun bekata kepada Abu Jahl: “Tidakkah Allah menghinakanmu?”
Abu Jahl: “Dengan apa dia menghinakanku?”
Ibnu Mas’ud: “Bukankah dulu engkau mencoba membunuh seorang yang kini menginjakkan kakinya di atas lehermu. Maka kemenangan siapa hari ini?”
Abu Jahl: “Sungguh engkau telah mencapai pada posisi yang sulit dicapai oleh orang-orang wahai penggembala kambing?”
Ibnu Mas’ud pun menyembelih Abu Jahl dan memenggal kepalanya lalu membawahnya kehadapan Rasulullah.
Setelah membawa kepala Abu Jahl di hadapan Nabi, Ibnu Mas’ud berkata:
“Wahai Rasulullah ini adalah kepala musuh Allah”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam meninggikan suaranya, “Allahu Akbar, segala puji bagi Allah Yang telah menepati janjinya, Yang telah menolong hamba-Nya, menguatkan tentara-Nya dan menghancurkan pasukan aliansi kafir”.
Maka perlakuan tersebut merupakan syari’at Allah untuk menggentarkan musuh-musuh-Nya yang mencoba menghancurkan Islam dan muslimin agar mereka berhenti dari kezaliman mereka.
Wallohu'alam

SISTEM RING MUSUH UMAT ISLAM

SISTEM RING MUSUH UMAT ISLAM



SISTEM RING MUSUH UMAT ISLAM

- Ring Satu


Ring satu kelompok kuffar adalah segala kelompok non-muslim. Baik memerangi kaum muslimin, maupun tidak memerangi secara langsung. Termasuk dalam hal ini adalah kaum musyrikin, dan atheis. Kedudukan mereka sama, yaitu kafir harbi muharriban fi'lan.
- Ring Dua
Adalah kelompok murtadin dari golongan penguasa taghut murtad yang mencampakkan hokum Allah, dan membantu Kuffar dalam memerangi kaum muslimin. Termasuk hal ini adalah kelompok syiah yang memiliki jejak sejarah pengkhianatan kaum muslimin semenjak khulafaur rasyidin.
- Ring Tiga
Adalah kelompok murtadin dari golongan pasukan (anshar) penguasa taghut murtad yang melindungi penguasa, dan non-muslimin. Dan mengikuti segala kemauan dan perintah dari penguasa dan non-muslim. Mereka mendapatkan dana baik dari salibis asing maupun dana dari penguasa yang murtad untuk menangkapi, mendzalimi, memerangi, dan membunuhi kaum muslimin.
- Ring Empat
Adalah kelompok munafiqin dari golongan kaum muslimin yang murtad karena kepentingan dunia. Yaitu memberikan dukungan terhadap kelompok kuffar, penguasa, maupun ansharut taghut. Mengamini segala langkah kuffar, penguasa murtad, maupun ansharut taghut. Melakukan pembelaan baik secara ucapan maupun tindakan yang pada hakikatnya mereka telah keluar dari Islam.
Sayang sekali, banyak kaum muslimin yang sembrono menterjemahkan tindakan seorang ulama yang dianggap mengikuti kepentingan Jepang dan Penjajah. Dan menjadikan tindakan ulama sebagai arbab (sesembahan) selain Allah. Padahal hal tersebut telah disebutkan Rasulullah melalui Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu tatkala Rasulullah menjelaskan tentang ayat
"apakah kalian mengambil para rahib-rahib kalian sebagai sesembahan selain Allah?"
Kemudian Adi bin Hatim bertanya kepada Rasulullah
"Ya Rasulullah, (dulu semasa Nasrani) kami tidak menyembah Rahib-rahib kami".
Lalu Rasulullah menjelaskan bahwasanya menyembah rahib-rahib ini adalah pada saat kalian mengikuti perkataan para rahib kalian (secara membabi buta), hingga mengharamkan apa yang dihalalkan Allah. Dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
- Ring Kelima
Adalah orang-orang bodoh yang membenarkan kuffar, penguasa taghut murtad, ansharut taghut, dan munafiqin. Mereka menolak belajar, padahal ilmu dan ulama tersebar luas. Ilmu telah mudah diakses dan dipelajari sebagai bayan untuk diamalkan. Mereka memilih dalam kesesatan karena menilai kebenaran menurut hawa nafsu mereka sendiri. Atau memilih dalam kesesatan, karena kelompok mereka menilai kebenaran menurut pemahaman kelompok mereka sendiri (ashobiyah).

Sabtu, 24 Desember 2016

TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK MASUK KEDALAM ISLAM TETAPI ADA PAKSAAN UNTUK TUNDUK KEPADA ISLAM DAN HUKUM HUKUMNYA.

TIDAK ADA PAKSAAN UNTUK MASUK KEDALAM ISLAM TETAPI ADA PAKSAAN UNTUK TUNDUK KEPADA ISLAM DAN HUKUM HUKUMNYA.
.............
Setelah Khalid bin Walid berhasil memenangkan perang Ullaysiy, beliau singgah di Heerat. Para pembesar kota itu keluar menyambutnya bersama Qabishah bin Iyas bin Hayyah Ath Tha' iy. Sebelumnya ia ditunjuk oleh Kisrah sebagai syarif wilayah itu setelah An Nu'man bin Mundzir.

Khalid berkata pada mereka" Aku mengajak kalian kepada Allah dan Dien Islam. Jika kalian menerima tawaran ini maka kalian termasuk dalam kaum muslimin yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan mereka. Jika kalian tidak menerima maka bayarlah jizyah. Jika kalian tetap enggan menerimanya maka sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan pasukan yang lebih mencintai kematian daripada kecintaan kalian dengan kehidupan. Kami akan memerangi kalian hingga Allah menjadi hakim antara kami dan kalian"
(Ibnu Katsir dalam Bidayah wan Nihayah)
..............
Setelah Heerat takluk dengan persetujuan mereka untuk membayar jizyah.
" Khalid mengirim surat untuk para Syerif Kisra yang berdiam di Madain dan para petingginya.
Hisyam bin Al Kalbi meriwayatkannya dari Abu Mukhnif dari Mujallid, dari Asy Sya'bi berkata" Anak keturunan Buqailah membacakan kepada surat Khalid kepada seluruh penduduk Madain, bunyinya;
"Dari Khalid kepada para petinggi Persia. Keselamatan bagi yang mau mengikuti petunjuk.
Amma Ba'du.
Segala puji bagi Allah yang telah menghancurkan kalian, mencabut kekuasaan kalian dan menghinakan tipu daya kalian, sesungguhnya yang mengerjakan shalat seperti shalat kami, mengahadap kiblat kami dan memakan sembelihan kami, maka ia telah dianggap sebagai Muslim yang memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti kami.
Jika telah sampai surat ini kepada kalian maka segeralah kirimkan jizyah kepadaku.
Kalian akan menjadi ahlu dzimmah yang berada dalam lindungan kami. Jika tidak, demi Allah yang tiada ilaah yang haq disembah selain diriNya, aku pasti akan mengirim sebuah kaum yang lebih mencintai kematian daripada kecintaan kalian pada kehidupan"
Ketika mereka membaca surat ini mereka merasa takjub"
(Ibnu Katsir dalam Winayah wan Nihayah)

Jumat, 04 November 2016

keras terhadap orang kafir

Pada kehidupan ini hanya ada dua pilihan,yakni jalan yg lurus (mengikuti syariat Allah) dan jalan yg bathil ( mengikuti jalan syeitan/hawa nafsu).
Pilihan dikembalikan pada manusia mana-mana jalan yg akan di pilih. Dan apapun pilihan dari dua jalan itu ada akibat yg menghantarkan ke dua pintu, yakni ke surga atau ke neraka.
Allah adalah zat yg baik maka Allah senantiasa menghendaki segenap umat menjadi baik dan semua masuk surga. Akan tetapi syeitan adalah mahluk yg buruk ,yv senantiasa menghendaki agar manusia selalu melakukan keburukan sampai semua manusia masuk neraka.
Kebajikan dan kebatilan memang pasangan yg harus ada ,dan itulah sunnatullah agar rotasi kehidupan ini bisa berjalan. Tapi celakalah orang-orang yg mengambil perannya mengikuti jalan yg bathil,karena baginya tak ada tempat yg layak kecuali neraka
Allah berfirman dlm surat At taubah ;105....
و قل اعملوا فسيري الله عملكم ورسوله والمؤمنون ، وستر دون الي علم الغيب والشهادة فينبؤكم بما كنتم تعملون
"Dan katakanlah; maka Allah akan melihat pekerjaanmu begitu juga rasulNya dan orang-orang mu'min,dan kamu akan di kembalikan kepada yg mengetahui yg ghoib dan yg nyata (Allah),lalu diberitahukanNya kepadamu tentang apa yg telah kamu kerjakan."
Tentu pd ayat tsb adalah ancaman bagi org-org munafiq yg selalu membenarkan jalan kebathilan yg ditempuhnya kepada kebanyakan umat dg segala argumen yg tdk dari kitabullah dan sunnah rasulNya.
Padahal Allah pun telah menjelaskan dg gamblang ;
......والذين معه اشداء علي الكفار رحماء بينهم.....
"......dan orang-orang yg bersama dg dia ( Muhammad ) bersikap keras terhadap orang-orang kafir tetapi bersikap lemah lembut terhadap sesama muslim....." (Al fath ;29).
Maka telah jelas jalan yg tunjukkan oleh Allah dan telah jelas pula tauladan yg di contohkan oleh rasulNya. Dan tiada yg keluar darinya kecuali orang-orang kafir yg di ikuti orang-orang munafiq.
Maka kalau sudah begitu betapa sedih tatkalah ibu bapak mereka yg jauh telah mendahului di alam kubur menyaksikan anak-anak dan keluarganya telah menempuh jalan yg bukan jalan diatas syariat Allah. Mereka akan menangis menyaksikan keluarganya yg masih di dunia terhanyut oleh hawa nafsu mereka.
Sungguh telah ada riwayat bahwa amalan orang yang masihhidup ditampakkan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia dari kalangan keluarga dan kerabatnya di alam barzakh. Seperti yang dikatakan oleh Abu Dawud ath-Thayalisiy,
dari Jabir bin ‘Abdillah, dia berkata, Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya amal-amal kalianakan ditampakkan kepada keluarga dan kerabat kalian di alam kubur, apabila amalan baik maka mereka akan bergembira dengannya, dan apabila tidak baik maka mereka akan berkata, “Ya Allah, ilhamkan pada mereka beramal taat kepadaMu.” (Musnad ath-Thayalisiy (1794).
Imam Ahmad berkata, Abdur Razzaq mengabarkan kepada kami, dari Anas berkata, Nabi shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"Sesungguhnya amal-amal kalian akan ditampakkan kepada keluarga dan kerabat kalian yang telah meninggal dunia, bila amalan baik maka mereka bergembira dengannya, bila sebaliknya makamereka berkata : Ya Allah, janganmatikan mereka sampai Engkau berikan hidayah pada mereka sebagaimana Engkau telah memberi hidayah kepada kami”. (Al-Musnad (3/164)
Salam berfikir jernih.

Kamis, 03 November 2016

Amirul Mu'minin -semoga Alloh menjaganya- Kepada pasukan Khilafah di Khurosan, Bangladesh dan Indonesia, Kaukasus, Philipina dan Yaman, Jaziroh, Saina', Mesir, al-Jazair, Tunisia, Libya serta Somalia dan Afrika Barat, ketahuilah bahwasanya kalian sekarang ini adalah pilar-pilar Islam dimuka bumi dan pasak-pasak Khilafah di dalamnya, kalian telah membuat ummat kekafiran terheran-heran dengan jihad kalian,




Amirul Mu'minin -semoga Alloh menjaganya-
Kepada pasukan Khilafah di Khurosan, Bangladesh dan Indonesia, Kaukasus, Philipina dan Yaman, Jaziroh, Saina', Mesir, al-Jazair, Tunisia, Libya serta Somalia dan Afrika Barat, ketahuilah bahwasanya kalian sekarang ini adalah pilar-pilar Islam dimuka bumi dan pasak-pasak Khilafah di dalamnya, kalian telah membuat ummat kekafiran terheran-heran dengan jihad kalian, kesabaran kalian dan keteguhan kalian, kalian telah mengajarkan pada manusia bagaimana jalan-jalan kemenangan itu ditempuh, dengan baiknya perkumpulan dan melazimi ketaatan serta membangun jama'ah muslimin yang sangat besar, yang dalam realitanya kebodohan jahiliyah terus berlangsung dengan banyaknya perpecahan dan senantiasa berpecah belah.
Sungguh kalian telah membuat marah ummat kekafiran dengan persatuan dan jihad kalian sebagaimana mereka amat marah dengan tegaknya Khilafah, karenanya mereka pasti akan berusaha untuk memadamkan cahaya Alloh yang ada diantara kalian, dengan menebarkan hal-hal yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Karena itu bersabarlah dan kuatkankan kesabaran kalian, janganlah takut dan tetap teguhlah kalian dan janganlah kalian lari dari keinginan untuk berperang. Jika kalian bersabar pasti Alloh akan menguatkan kalian, menolong dan meneguhkan pijakan kalian, ketahuilah bahwasanya Jannah itu dibawah naungan pedang, ketahuilah bahwasanya jika beberapa komandan kalian terbunuh, maka sungguh Alloh pasti akan menggantikan untuk kalian yang semisalnya atau lebih baik darinya dan Alloh tidaklah akan menyia-nyiakan kalian, karena itu janganlah bersedih sesungguhnya Alloh bersama kita.
#Inilah_apa_yang_dijanjikan_Alloh_dan_RosulNya
@aljazeeralink

Selasa, 01 November 2016

"KELAK KALIAN AKAN TERINGAT APA YANG AKU KATAKAN KEPADA KALIAN "

"KELAK KALIAN AKAN TERINGAT APA YANG AKU KATAKAN KEPADA KALIAN "
Bismillah
Wahai Saudara saudariku berjiwa Hanif Kubertanya pada kalian Jujurlah dan ikhlaskanlah krn Allah semata dalam menjawab???
" YA AKHI wa UKHTI fiillah TANYAKAN KEPADA MEREKA SIAPA DAULAH ISLAMIYAH/ ISIS ???
Ketika iraq di jajah AMERIKA dan Barat ratusan jutaan muslimin di bunuh,,,,!!
DI MANAKAH KALIAN WAHAI YG MENGAKU AHLUSSUNNAH WALJAMAAH (ASWAJA) .....
adakah kalian mengangkat senjata membunuhi tentara NATO amerika????
Ketika wanita iraq dan di perkosa bergiliran oleh tentara setan amerika laknatullah dan Kaum rafidhog !!!
DI MANAKAH KALIAN WAHAI YG MENGAKU Paling nyunah dan Itiba kpd Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam,,,?
adakah kalian datang ke iraq dan mencoba menangkap si bejat pemerkosa itu
!!! Adakah!!!
Ketika muslimin iraq,Suriah dan afganistan di blokade dari segi makanan,obat2an sehingga mereka banyak yang meninggal kelaparan dan kurangnya perawatan!!
DI MANAKAH KALIAN WAHAI YG MENGAKU NGAKU INGIN MENEGAKKAN HUKUM ISLAM/Khilafah Khalayan lewat sistem kufur demokrasi,!!!!
Adakah kalian datang ke iraq,Afganistan dan suriah membantu memerangi amerika dan syiah untuk membuka blokade itu..!!!!
KETIKA seorang ibu berteriak histeris hingga pingsan karna suami dan anak nya di tahan oleh amerika dan syiah karna alasan yg tak jelas yg di mana ia tahu kalau sudah menjadi tahanan syiah tidak ada yg pernah kembali!!!
DI MANAKAH KALIAN WAHAI yang MENGAKU Majelis mujahidin indonesia ,,,,!!!
Adakah kalian datang dan membantu membebaskan tahanan muslimin yang tak berdosa di sana??????
Adakah!!!
Ketika saudara kami berbait untuk mati mengorbankan dunai yg fana ini kenapa kalian malah ikut ikutan menuduh kami Khawarij, terosis,agen mosad,antek amerika?
LALU!!!
LALU!!
Siapa???
Siapa yang membantu kaum muslimin di sana dari pembunuhan,pemerkosaan,pembantaian,blokade,penahanan tanpa sebab dll.
SIAPA kalau bukan TENTARA DAULAH ISLAMIYAH/ISIS
tak lain merekalah para mujahid yang jujur dan Ikhlas dari DAULAH ISLAM IRAQ DAN SYAM (ISIS) yang beberapa tahun lalu tlah mendeklarasikan KHILAFAH beserta katibah jihad lainnya..
LALU !!! adakah,,!!!
Adakah,adakah,,!!
Wahai Saudaraku??
Wahai Pemuda??
Wahai pendengki??
WAHAI Kaum munafikin!!!
Wahai ulama ulama su"u!!
Wahai Pengekor Thagut !!!
Wahai Ahlul Bidah!!
Wahai Pengikut Manhaj yg Rusak dan bathil!!
Adakah kulit kalian ahlussunnah tergores sedikitpun untuk muslimin Iraq,Afganistan dan bumi syam!!
Adakah muka kalian ahlussunnah tertutupi debu sedikitpun karna berhadapan dengan tank amerika!!! Dan tEntara syetan syiah!!!
Adakah darah kalian ahlussunnah keluar sedikit sebagai bukti pertempuran kalian melawan amerika dan syiah yang bejat di sana !!!
Adakah harta kalian ahlussunnah terpakai untuk melindungi muslimin dari kejahatan amerika dan kaum kafir syiah yang bertahun-tahun memblokade muslimin !!!
Adakah kalian wahai ahlussunnah mencoba mendatangi gedung kedubes amerika dan mencoba menangkap dubes nya sehingga di tukar dengan tawanan di penjara mereka!!!
ADAKAH??ADAKAH??ADAKAH..YANG KALIAN PERBUAT UNTUK ISLAM DAN MUSLIMIN DI SANA !!!
ADAKAH??
JAWAB !!! Wahai jawablah dengan Ihklas dan jujur saudaraku?
LALU SIAPAKAH AHLUSSUNNAH SEBENAR NYA ??
KALIANKAH ATAU KAMI serta MUJAHIDIN ISIS(DAULAH ISLAMIYAH) DENGAN KATIBAH JIHAD LAINNYA..
Namun ketika mujahidin iraq dari DAULAH ISLAMIYAH dan katibah jihad lainnya mulai mendapatkan kemenangan satu persatu,menaklukkan daerah tahap bertahap,membunuh musuh musuh allah dengan cara keji agar mereka tau sakitnya muslimin dulu yg mereka bunuh secara keji,
sehingga syiah lari porak peranda,sehingga syiah mengemis bantuan salibis untuk menghadapi mujahid yg dulunya di anggap tak ada apa2 nya karna tidak memiliki strategi tempur,,,,,
SEKARANG !! !!
Mengapa kalian malah ikut2 an menuding Mereka mujahid teroris,menuding mujahid bukan islam karna kata kalian islam mengajarkan kedamaian,menuding mujahid dengan label khawarij,takfiri,wahabi,antek amerika,agen mossad,buatan amerika,buatan iran dsb..!!!!
Dimanakah IMAN kalian!!!
Dimanakah hati nurani kalian ketika saudaramu di fitnah???
Dimanakah Sunah sunnah yg kalian tegakkan!!!
Dimanakah Dakwah TAUHID yg kalian Gembor gemborkan!!!,,,
Dimanakah Mata Hati kalian!
Mereka adalah tentara tentara Allah azza wa jalla..
Bertobatlah dan Bertaqwalah wahai saudaraku jika kalian tidak ingin berurusan kelak di mahkamah Allah
Saudaraku??
Pernahkah sedikitpun kalian bersama mereka untuk sekedar tau aqidah apakah yang mereka anut ?????
PERNAHKAH!!!!
Pernahkah!!!
JIKA TAK PERNAH LALU MENGAPA KALIAN TEGA MEMFITNAH MEREKA DENGAN HAL YANG BELUM TENTU MEREKA KERJAKAN??????
BUKALAH MATA HATI KALIAN DAN BERFIKIRLAH !!! JIKA KALIAN ORANG YANG BENAR-BENAR BISA BERFIKIR ?????
Demi Dzat jiwaku di Ubun-ubun_Nya ,,,
Siapkan jawaban Kalian wahai saudaraku ketika Allah bertanya "Wahai Hamba-Ku, apa yang telah engkau lakukan terhadap hamba-hamba-Ku yang berjuang menolong agama Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam sementara semua orang mencelanya ???
Apa yang engkau lakukan ketika semua orang mengutuk hamba-hamba-Ku yang mana mereka menegakkan syariatKu di atas bumi ?
Takut lah kepada Allah wahai saudaraku???
Ketahuilah, bahwa keberanian itu memiliki
peranan yang besar bagi orang yang mengetahui
ilmu. Maka jadilah orang-orang pemberani lagi
terang-terangan dengan al haq, janganlah kamu
mudahanah (basa-basi) kepada seorangpun. Dan
ketahuilah semoga -Allah ta'ala melindungimu
dari setiap hal yang dibenci- bahwa sekedar
menyembunyikan al haq dan diam terhadapnya
adalah pelakunya mendapatkan ancaman disisi
Allah, bahkan Dia memvonis laknat terhadapnya,
wa laa haula wa laa quwwata illaa billah. Maka
bagaimana dengan orang orang yang
mengatakan kebathilan.
Dan saya ingatkan kamu
dengan firmanNya ta"ala :
Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari
orang-orang yang diberi Al Kitab (yaitu) :
Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu
kepada manusia, dan janganlah kamu
menyembunyikannya, lalu melemparkan janji itu
kebelakang punggung mereka dan mereka
menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah
buruk tukaran yang mereka terima(Ali Imran :
187)
Sungguh Saya telah melihat orang-orang yang
Allah karuniakan kepada mereka ilmu dan hapalan Alquran dan Assunnah
lagi terkenal telah terkena penyakit Al WAHN( Cinta dunia dan takut mati)
Maka apa faidah ilmu bila tidak
diamalkan, dan mereka telah menyesatkan banyak
manusia, dan benarlah sabda Rasulullah
Shallallahu alaihi wa sallam"Yang paling saya
takutkan atas kalian adalah para ULAMA yang
menyesatkan.
Ya akhi ,,ukhti Jangan sampai Engkau seperti yang di firmankan Allah subhaanahu wa ta’ala
"Dan setelah sampai kepada mereka
Kitab (Al-Qur'an) dari Allah yang
membenarkan apa yang ada pada
mereka, sedang sebelumnya mereka
memohon kemenangan atas orang-
orang kafir, ternyata setelah sampai
kepada mereka apa yang telah mereka
ketahui itu, mereka mengingkarinya.
Maka la'nat Allah bagi orang-orang
yang kafir (ingkar)" (QS. Al Baqarah :89).
Jangan sampai Saudara seperti apa yang
Allah kabarkan pada ayat di atas.
Anda berharap-harap akan ada
Daulah Islamiyah atau bahkan
Khilafah yang akan menegakkan
hudud Allah dan membawa rahmat
dan keadilan bagi seluruh alam.
Tetapi ketika hal itu sudah nampak di
depan mata, maka anda
mengingkarinya karena tidak sesuai
dengan keinginan anda dan kelompok
anda.!!!
Dari seorang hamba yg Fakir berlumuran Dosa bait DAULAH ISLAMIYAH/ISIS Amirul mukminin syekh abu bakar al bagdady Hafizdahullah.
Salam Dakwah Tauhid wal Jihad

DAN ALLAH ADALAH SEBAIK-BAIK PEMBUAT MAKAR

DAN ALLAH
ADALAH SEBAIK-BAIK PEMBUAT MAKAR

Pelajaran dari Al-Qur’an mengenai Makar
Seluruh kekuatan itu hanya milik Allah. {Dan di antara manusia ada orang-orang yang mengambil tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)} [QS. Al-Baqarah : 162].
Kemuliaan itu seluruhnya milik Allah. {Katakanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong (wali) dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah} [QS. An-Nisaa’ : 138-139]. {Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui} [QS. Yunus : 65]. {Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allahlah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur} [QS. Faathir : 10].
Dan tipu daya pun seluruhnya milik Allah. {Dan sungguh orang-orang kafir yang sebelum mereka (kafir Makkkah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu adalah dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik) itu} [QS. Ar-Ra’d : 42].
Tiada yang luput dari kekuasaan-Nya. Tiada yang bisa memperoleh kemuliaan kecuali melalui Dia. Dan tidak ada tipu daya yang benar-benar akan berhasil selain tipu daya-Nya.
Ini adalah realita yang tidak disadari oleh orang-orang salib. Oleh karena itu, mereka mempergunakan kekuatan mereka untuk menzhalimi dan menindas Muslimin. Sekutu-sekutu mereka dari orang-orang Yahudi, munafik dan murtad berusaha untuk meraih kemuliaan dan kekuatan melalui orang-orang salib. Dan mereka berbuat makar melawan Islam sementara mempunyai syubhat-syubhat Jahiliyyah, berpikir bahwa Allah tidak akan memberikan kemenangan bagi agama-Nya…
Akan tetapi, perkara kemenangan milik Allah seluruhnya. {Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah} [Ali ‘Imran : 154]. {Dan kepunyaan Allahlah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nyalah dikembalikan urusan semuanya, maka ibadahilah Dia, dan bertawakkallah kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan} [QS. Huud : 123].
Begitu pula, Dia melegislasi (memutuskan) bahwa agama semuanya untuk-Nya dan menetapkannya pasti terjadi. {Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan (hingga) agama itu seluruhnya kepunyaan Allah. Dan jika mereka berhenti, maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan} [QS. Al-Anfaal : 39]. {Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk agama yang benar untuk dimenangkan atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik membenci} [QS. At-Taubah : 33]. {Dan cukuplah Allah sebagai saksi} [QS. Al-Fath : 28].
SALIBIS JOHN KERRY DAN RAFIDHAH MOHAMMAD JAVAD ZARIF

Akan tetapi, disebabkan oleh kesesatan dan kesombongan musuh-musuh Allah, mereka membuat tipu daya atas agama-Nya dan wali-wali-Nya. Tipu daya mereka hampir-hampir membuat gunung runtuh saking terkejutnya karena orang-orang kafir berani menentang Tuhan (Pencipta dan Pengatur) langit dan bumi. {Dan sesungguhnya mereka telah membuat makar yang besar, padahal di sisi Allahlah makar mereka itu (dicatat), bahkan walaupun makar mereka itu (amat besar) sehingga gunung-gunung dapat lenyap karenanya} [QS. Ibrahim : 46].
Lagi pula, tipu daya mereka itu pada dasarnya memang lemah, karena merupakan bagian dari tipu daya Syaitan. {Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Maka perangilah sekutu-sekutu Syaitan itu. Sesungguhnya tipu daya Syaitan itu sangat lemah} [QS. An-Nisaa’ : 76].
Kelemahan ini disebabkan kekuatan ikhlas – inti tauhid – yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, sebagaimana dipersaksikan sendiri oleh Syaitan yang terkutuk. {(Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksia) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. Allah berfirman, “Ini adalah jalan lurus; kewajiban Akulah (menjaganya). Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat} [QS. Al-Hijr : 39-42].
Sekalipun mereka lemah dan tuan mereka, yaitu Syaitan, juga lemah, mereka berbuat makar demi dia. Maka mereka menjadi sasaran tipu daya yang paling kuat dan paling cepat dari para pembuat tipu daya, tanpa mereka sendiri menyadarinya. {Mereka (orang-orang kafir itu) membuat tipu daya, tetapi Allah membuat tipu daya. Dan Allah adalan sebaik-baik pembuat tipu daya}[1] [QS. Ali ‘Imran : 54]. {Maka apakah mereka merasa aman dari makar[2] Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi} [QS. Al-A’raaf : 99]. {Dan apabila kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah: “Allah lebih cepat dalam tipu daya”. Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.” [Yunus : 21]. {Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya tipu daya-Ku amat teguh} [QS. Al-A’raaf : 183]. {Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya} [QS. Ath-Thuur : 42].
Dan Allah telah melemahkan makar mereka dan membawa mereka pada kegagalan, jalan yang salah, dan kesesatan paling jauh. {Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh Syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk} [QS. Ar-Ra’d 33]. {Dan orang-orang yang merencanakan (mengadakan makar) kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur} [QS. Faathir : 10]. {Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat} [QS. Yusuf : 52]. {Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka)} [QS. Ghaafir : 25].
Hasil dari tipu daya mereka ialah justru kebalikan dari apa yang mereka kehendaki. Mereka hanya memperdayai diri mereka sendiri, kehidupan dunia mereka, dan akhirat mereka serta sepenuhnya menghinakan derajat dan menghancurkan diri mereka sendiri.{Dan mereka pun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar[3] (pula), sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah betapa sesungguhnya akibat makar mereka itu, bahwasanya Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezhaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu (terdapat) pelajaran bagi kaum yang mengetahui. Dan telah Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka itu selalu bertaqwa} [QS. An-Naml : 50-53]. {Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya} [QS. Al-An’aam : 123]. {Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya} [QS. Al-An’aam : 124]. {Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar, maka Allah hancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari} [QS. An-Nahl : 26]. {Maka, apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari?} [QS. An-Nahl : 45]. {Makar yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan menapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu} [QS. Faathir : 43].
Jadi, seorang Muslim janganlah bersedih hati mendengar berbagai rencana jahat orang-orang kafir. Akan tetapi, dia harus bersabar dan yakin bahwa mereka akan segera hancur. Senjatanya yang paling kuat adalah tauhid dan apa yang mengikutinya berupa tawakkal kepada Allah, bertaqwa kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan menyatakan barā`ah (berlepas diri) dari orang-orang musyrik. {Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikit pun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan} [QS. Ali ‘Imran : 120]. {Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan} [QS. An-Nahl : 127]. {Katakanlah, “Panggillah ‘sekutu-sekutu’-mu – maksudnya mereka yang engkau jadikan tandingan selain Allah – kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)-ku, tanpa memberi tangguh (kepada)-ku. Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih. Dan sekutu-sekutu yang yang kamu seru selain Allah itu tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri} [QS. Al-A’raaf : 195-197). {Dia (Huud) menjawab: “Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selain-Nya, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya tehadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku. Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.”} [Huud : 54-56].
Semua pelajaran ini seharusnya tertanam dalam benak seluruh Muslimin di saat para salibis dan murtaddin berencana untuk melaksanakan makar-makar baru mereka. Dia seharusnya mengingatkan dirinya sendiri dan yang lainnya dengan segala bentuk pelajaran ini agar dia tidak menghinakan dirinya di hadapan makar mereka ataupun menyerah kepada keyakinan syirik berupa berbagai teori konspirasi ekstrim[4].
Pesan dari Khalifah atas Makar Terakhir Murtaddin
Pada 25 Rajab 1436, Khalifah (ḥafizhahu Llāh) menyampaikan risalah kepada umat dalam khutbah berjudul “Berangkatlah Kamu Baik dalam Keadaan Merasa Ringan ataupun Berat”[5] yang secara singkat dan jelas beliau menyebutkan latar belakang rencana plot (makar) baru yang ditujukan atas Islam. Pertama beliau mengingatkan sikap yang membuat banyak faksi militan berubah menjadi murtad dan bersekutu dengan kuffar. Dan itu dikarenakan kemauan mereka untuk berkompromi dan berharap berdamai dengan tentara salib secara permanen. Beliau berkata, “Wahai Muslimin! Barangsiapa yang berpikir bahwa cukuplah baginya berdamai dengan orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, serta bagi mereka untuk berdamai dengannya, seperti itu dia hidup berdampingan dengan mereka dan mereka hidup berdampingan dengannya sementara dia di atas agamanya dan ketauhidan, maka dia telah mendustakan pernyataan tegas Rabbnya (‘Azza wa Jalla) yang berfirman {Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), jika mereka sanggup} [QS. Al-Baqarah : 217] Dengan demikian, ini adalah kondisi orang-orang kafir yang berhadapan dengan Muslimin hingga Hari Kiamat. {Dan sekali-kali kamu tidak akan menemukan penyimpangan bagi sunnah Allah itu} [QS. Faathir : 43].
SALIBIS OBAMA DAN SEKUTU THAGHUTNYA SALMAN IBNU 'ABDIL 'AZIZ

Beliau juga berkata, “Wahai Muslimin, tidak pernah sehari pun Islam menjadi agama damai. Islam adalah agama perang, Nabimu (shallā Llāhu ‘alaihi wasallam) diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi alam. Beliau diperintah dengan perang hingga hanya Allah saja yang diibadahi. Dia (shallā Llāhu ‘alaihi wasallam) bersabda kepada kaumnya yang musyrik, Aku datang dengan membawa penyembelihan.’ [HR. Imam Ahmad dari ‘Abdullah ibnu ‘Amr]. Beliau memerangi orang-orang Arab dan ajam, yang berkulit merah dan yang berkulit hitam. Beliau sendiri keluar berperang dan mengambil bagian dalam belasan peperangan. Beliau terlibat langsung di medan tempur. Tidak sehari pun beliau letih karena berperangPara sahabat beliau sepeninggal beliau dan para tai’in juga demikian. Mereka tidak melunak dan meninggalkan perang, hingga mereka menguasai bumi, menaklukkan Timur dan Barat, umat-umat lain tunduk kepada mereka, dan negeri-negeri menyerahkan diri kepada mereka pada ujung pedang. Demikian pula, hal ini akan tetap berlaku bagi orang-orang yang mengikuti mereka hingga Hari Pembalasan. Nabi kita (shallā Llāhu ‘alaihi wasallam) telah memberitahu kita tentang Malahim (perang berdarah) menjelang akhir zaman. Beliau memberi kabar gembira dan menjanjikan kepada kita bahwa kita akan memenangkan peperangan ini. Beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan, shallā Llāhu ‘alaihi wasallam. Dan di sini pada hari ini kita melihat tanda-tanda Malahim tersebut dan kita merasakan angin kemenangan bersama tanda-tanda tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa Muslimin tidak akan berhenti memerangi kelompok-kelompok kuffar hingga ‘Isa (‘alaihi as-salām) turun dan memimpin prajurit Muslim. Beliau berkata, “Sesungguhnya memerangi orang-orang kafir, hijrah, dan jihad akan senantiasa ada hingga Hari Kiamat. Rasulullah (shallā Llāhu ‘alaihi wasallam) bersabda, ‘Hijrah tidak akan berhenti hingga taubat berhenti [tidak diterima], dan taubat tidak berhenti [tidak diterima] hingga matahari terbit dari arah barat.’ [HR. Abu Daud dari Mu’awiyah] … Beliau (shallā Llāhu ‘alaihi wasallam) juga bersabda, ‘Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran, mereka unggul hingga Hari Pembalasan. Kemudian ‘Isa ibnu Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka akan berkata, ‘Mari ke sini dan imamilah kami dalam shalat.’ Maka dia berkata, ‘Tidak. Sebagian kalian adalah pemimpin bagi sebagian yang lainnya, sebagai kehormatan dari Allah atas umat ini.’’ [HR. Muslim dari Jabir].
FAISHAL IBNU AL-HUSAIN BERPOSE BERSAMA TUAN-TUAN SALIBNYA.
MURTADDIN HARI INI TIDAK BERBEDA DENGAN MURTADDIN KEMARIN

Beliau menjelaskan akan segera punahnya zone abu-abu seraya mengatakan, “Jika tentara Salib pada hari ini mengklaim untuk menjauhi khalayak Muslim dan membatasi diri mereka dengan menargetkan orang yang bersenjata di antara Muslimin, maka engkau akan segera melihat mereka menargetkan setiap Muslim di mana pun. Dan jika tentara Salib pada hari ini mulai mengusik Muslimin yang tetap hidup di negeri-negeri salib dengan memonitori mereka, menangkapi mereka, dan menanyai mereka, maka mereka akan segera menelantarkan Muslimin atau menculik mereka dalam keadaan mati, ditahan, atau tanpa tempat tinggal. Tiada seorang pun di antara kaum Muslim akan mereka biarkan kecuali orang-orang murtad dari agamanya dan mengikuti mereka. Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Wahai Muslimin, orang-orang Yahudi dan Nasrani serta orang-orang kafir lainnya tidak akan ridha dengan kalian maupun menghentikan untuk memerangi kalian sampai kalian mengikuti agama mereka dan murtad dari agama kalian.”
Beliau kemudian menguraikan kewajiban mengenai peperangan sebelum Kiamat ini atas Muslimin. Beliau berkata, “Wahai Muslimin! Janganlah kalian berpikir bahwa perang yang kita kobarkan adalah perang Daulah Islam itu sendiri. Justru ini adalah peperangan semua Muslim bersama-sama. Ini adalah perang bagi setiap Muslim di setiap tempat, sementara Daulah Islam semata-mata hanyalah ujung tombak perang ini. Tidaklah perang ini melainkan perang orang-orang beriman melawan orang-orang kafir, maka berangkatlah demi perang kalian, wahai kaum Muslim. Berangkatlah di mana pun kalian berada, sebab ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang dipertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah Maka, tidak ada uzur atas setiap Muslim yang mampu untuk hijrah ke Daulah Islam atau mampu mengerahkan senjata di mana pun dia berada.”
THAGHUT QATAR, TIGA DARI KANAN,
BERDIRI DI SEBELAH KIRI SALIBIS OBAMA BERSAMA SEJUMLAH MURTADDIN QATAR LAINNYA

Ini adalah perintah Khalifah ( ḥafizhahu Llāh). Seseorang itu berhijrah ke wilayah-wilayah Khilafah, namun jika tidak mampu, maka dia wajib menyerang orang-orang salib, sekutu-sekutu mereka, Rafidhah, thawaghit, dan angkatan bersenjata mereka yang telah murtad. Dia tidak boleh ragu di mana pun dia berada jika dimungkinkan untuk menyerang mereka dengan cara apa pun. Demikian pula, dia tidak boleh berkonsultasi kepada “ulama” maz’ūm (yang mengaku) atas kewajiban ini. Dia harus menyerangnya setelah mengumumkan bai’at kepada Khilafah, sehingga matinya tidaklah dalam keadaan Jahiliyyah. Maka dia akan menemukan teladan yang baik dari para syahid Daulah Islam, di antaranya ialah Numan Haider dan Man Haron Monis (Australia), Michael Zehaf-Bibeau, dan Martin Couture-Rouleau (Kanada), Zale Thompson, Elton Simpson, dan Nadir Soofi (Amerika), Amedy Coulibaly (Prancis), Omar Abdel Hamid El-Hussein (Denmark), dan Sofiane Amghar dan Khalid Ben Larbi (Belgia).
PARA SALIBIS BERUPAYA MENJEMBATANI HUBUNGAN DENGAN RAFIDHAH IRAN
DENGAN MENJADIKAN THAWAGHIT ARAB SEBAGAI TUMBALNYA

Kemudian beliau mengingatkan tentang propaganda kaum salib seraya berkata, “Amerika dan sekutu-sekutunya di antara Yahudi, Salibis, Rafidhah, sekuleris, ateis, dan murtaddin mengklaim bahwa koalisi dan perang mereka ialah untuk membantu yang lemah dan tertindas, menolong yang miskin, mengangkat yang sengsara, membebaskan yang diperbudak, membela yang tidak bersalah dan yang menginginkan perdamaian, serta mencegah tertumpahnya darah mereka. Mereka juga mengklaim berada di kamp kebenaran, kebajikan, dan keadilan; memerangi kebatilan, kejahatan, dan kezhaliman, bersama-sama dengan umat Islam! Bahkan mereka mengklaim membela Islam dan kaum Muslim! Ketahuilah, mereka berdusta.
Kemudian dia mengingatkan kaum Muslim terhadap penguasa-penguasa thaghut yang menzhalimi negeri-negeri Muslim dengan hukum buatan manusia dan bertekuk lutut kepada pasukan Salib. Beliau berkata, “Wahai Muslimin, para penguasa thagut murtad yang memerintah negeri-negeri kalian, yaitu di negeri Al-Haramain, Yaman, Syam, Irak, Mesir, Afrika Utara, Khurasan, Kaukasus, Anak Benua India, Afrika, dan di mana pun, merupakan sekutu Yahudi dan Salibis. Bahkan mereka adalah budak, antek, dan anjing penjaga Yahudi dan Salibis itu, bukan yang lain. Tidaklah tentara dan senjata-senjata yang mereka persiapkan dan yang dilatih oleh Yahudi dan Salibis itu, melainkan untuk memalingkan kalian dari agama kalian dan menghalangi kalian dari jalan Allah, merampas kekayaan negeri kalian, dan merampok harta kalian. Realita ini sangat terang, seterang matahari di siang bolong. Tiada yang meragukannya kecuali orang yang telah Allah hapuskan cahayanya, butakan bashirahnya, dan tutupkan hatinya.
Beliau kemudian secara detail menjelaskan sikap apatis para penguasa thaghut terhadap Muslimin dan diikuti dengan perkataan, “Para penguasa Jazirah Arab telah dibongkar kedoknya dan dihinakan serta telah kehilangan “legitimasi” yang mereka duga. Pengkhianatan mereka menjadi semakin nyata, bahkan bagi orang-orang awam Muslim. Realitas mereka pun semakin tampak jelas. Maka tuan-tuan mereka mulai menggantikan mereka dengan Shafawi Rafidhah dan ateis Kurdi.
Ketika As-Salul menyadari bahwa tuan-tuan mereka meninggalkan mereka. Penelantaran yang mereka lakukan ibarat sepatu yang robek yang akan menggantikan mereka. Mereka melancarkan peperangan yang mereka duga sebagai perang melawan Rafidhah di Yaman. Itu bukanlah badai penghancuran, namun tendangan seorang yang sekarat, dengan izin Allah, seakan dia berjuang di saat-saat akhir nafasnya.
Beliau kemudian berkata lagi, “Saat ini mereka mengklaim bahwa mereka membela Ahlus Sunnah di Yaman melawan Rafidhah! Akan tetapi, justru mereka itu berbohong, gagal, dan telah kehilangan legitimasi. Tidaklah perang mereka kecuali sebatas usaha untuk membuktikan diri mereka kepada tuan-tuan mereka di antara orang-orang Yahudi dan tentara Salib sekali lagi. Tidak usaha ini kecuali sebuah kesia-siaan yang bisa membuat kaum Muslim berbalik dari Daulah Islam ke arah mereka, di mana suaranya sangat tinggi terdengar di mana-mana dan realitasnya menjadi jelas bagi setiap Muslim. Oleh karenanya, Muslimin mulai secara bertahap, bergerak ke arahnya. Tidaklah serangan mereka kecuali sebuah serangan yang bersifat khayalan setelah api Rafidhah membakar singgasana mereka dan setelah Rafidhah bergerak ke arah orang-orang dari Jazirah Arab. Ini adalah persoalan yang akan membawa masyarakat Muslim di Jazirah Arab bergerak ke Daulah Islam karena ia membela mereka dari Rafidhah. Inilah yang ditakutkan oleh As-Salul dan para penguasa Jazirah Arab, sehingga membuat singgasana mereka berguncang. Ini adalah rahasia ‘serangan’ mereka yang mereka pandang hebat, dimana ia akan berakhir, dengan izin Allah. As-Salul dan para penguasa Jazirah Arab bukanlah orang-orang yang ahli berperang ataupun bersabar untuk hal tersebut. Akan tetapi, mereka adalah kaum yang suka kemewahan dan ekstravaganza, yaitu kaum yang suka bermabuk-mabukan, prostitusi, dansa, dan festival. Mereka terbiasa membela orang-orang Yahudi dan pasukan Salib, sementara hati mereka dirasuki kenistaan, kehinaan, dan ketundukan.”
Beliau juga memanggil Muslimin agar menyadari hakikat perang ini. “Wahai Muslimin di mana pun kalian, belumkah tiba saatnya agar kalian mengenali hakikat peperangan ini dan bahwasanya dia adalah perang antara haq dan batil? Perhatikanlah, berada di pihak manakah para penguasa di negeri kalian dan di kamp manakah mereka berada. Belumkah tiba saatnya bagimu, wahai Ahlus Sunnah, untuk mengetahui bahwa hanya kamu saja menjadi target mereka? Perang ini semata melawan kalian dan melawan agama kalian. Belumkah tiba saatnya bagimu untuk kembali ke agamamu dan jihadmu, sehingga akan membawa kembali kejayaan, kehormatan, hak-hak, dan kepemimpinan? Belumkah tiba saatnya bagimu untuk mengetahui bahwa tidak ada kemuliaan, kehormatan, keamanan, dan hak-hak bagimu selain berada di bawah naungan Khilafah?
Amirul Mu’minin juga mendemonstrasikan bagaimana Rafidhah menangani sekutu “Sunni” mereka yang murtad, jika mereka sudah tidak lagi berguna bagi Rafidhah. Dia berkata, “Wahai Ahlus Sunnah di Irak … carilah perlindungan – setelah mencari perlindungan kepada Allah – kepada kaum kalian di Daulah Islam. Kalian akan menemukan di dalamnya, dengan izin Allah, sebuah pelukan yang hangat dan tempat perlindungan yang aman, sebab kalian adalah warga kami. Kami membela kalian, kehormatan kalian, dan harta kalian. Kami menginginkan kalian kekuatan dan kemuliaan, kami menghendaki kalian aman dan damai, dan kami mengharapkan kalian selamat dari api neraka.
Oleh karena itu, carilah pelindungan – setelah Allah – kepada Daulah Islam. Apa yang kalian tunggu setelah kebenaran tampak semakin nyata daripada siang hari yang terang dan setelah Rafidhah pendengki menampakkan hakikat mereka? Di sini mereka menyembelih setiap orang yang diduga dari Ahlus Sunnah di Baghdad dan di setiap tempat. Tiada seorang pun yang selamat dari mereka, bahkan para sekutu, pendukung, pemberi bantuan, pengekor, dan anjing-anjing dari kaum murtad yang sebelumnya termasuk Ahlus Sunnah, yaitu mereka yang ada di Shahwah, tentara, polisi, dan di tempat lain; mereka yang dibingungkan oleh ulama-ulama sū` dengan lari dari penerapan hukum Allah di wilayah Daulah Islam. Akhirnya mereka menjadi terlantar, terhinakan, dipenuhi rasa takut, dan kekhawatiran akan kekejaman Rafidhah, sementara Muslimin hidup di wilayah Daulah Islam dengan kemuliaan dan kehormatan, aman dengan karunia Allah semata, dengan hidup yang nyaman, terjaga urusan bisnis, pencaharian, dan perdagangan mereka, menikmati keberkahan hidup di bawah syari’at Rabb mereka, dan segala puji dan karunia hanya milik Allah. Oleh sebab itu, carilah perlindungan – sesudah Allah – kepada Daulah Islam, wahai umat Islam.

PEMIMPIN SHAHWAH MURTAD, ABU RISYAH BERPOSE BERSAMA TUANNYA BUSH JR.[6]
Beliau juga memperingatkan kemungkinan upaya kaum kafir menyerang Daulah Islam di wilayah-wilayah yang ada di Syam sebelum di Irak. “Tetaplah sabar dan teguh. Hati-hatilah, karena musuh Allah memobilisasi, menghantam, meningkatkan serangan, dan mengancam penduduk Mosul. Kami percaya bahwa mobilisasi mereka ialah untuk Raqqah dan Halab sebelum Mosul. Jadi, berhati-hatilah.
Akhirnya, beliau menjelaskan mengenai bertambahnya kelemahan para salibis modern. “Wahai prajurit Daulah Islam, tetaplah teguh, karena kalian di atas kebenaran. Carilah pertolongan lewat sabar, karena kemenangan datang bersama kesabaran dan kemenangan bagi orang-orang yang sabar. Bersabarlah, sebab Salibis tertumpah darah menghadapi kematian, Rafidhah terhuyung-huyung, dan Yahudi merasa ketakutan dan kengerian. Musuh-musuh kalian lebih lemah daripada hari kemarin – dengan karunia Allah – dan semakin lemah dan semakin lemah, alhamdulillah.
Sebuah Analisis terhadap Plot yang Hancur
Ada sebuah kesimpulan mengenai rencana jahat ini dalam kata-kata beliau – insya Allah – yaitu tentang kaum salib dan sekutu-sekutu murtad mereka sebelum Al-Malhamah Al-Kubra.
Pertama, para salibis telah melemah untuk mengadakan peperangan. Hal ini disebabkan operasi 11 September dan diikuti oleh jihad di Afghanistan dan Irak. Mereka terlalu lemah, baik secara finansial, militer, dan psikologi untuk berperang lagi, meskipun tidak diragukan lagi bahwa mereka pada akhirnya akan berperang menghadapi Muslimin di Dabiq setelah pihak salib mengkhianati perjanjian gencatan senjata yang kelak akan terjadi. Karena lemah, mereka dipaksa untuk bertawakkal kepada sekutu-sekutu dan agen-agen mereka untuk memenangkan perjuangan mereka. Di Irak, sejak keruntuhan rezim Ba’ats milik thaghut Saddam yang murtad, sekutu-sekutu mereka adalah Peshmerga ateis dari Kurdi, pasukan pemerintah Shafawi[7], milisi-milisi Shafawi, dan Shahwah “Sunni” yang murtad. Dari waktu ke waktu, Shahwah “Sunni” ditinggalkan demi kestabilan rezim Shafawi pusat. Shahwah tidak benar-benar dipercaya karena beberapa faksinya pernah berpartisipasi dalam perang melawan tentara Salib dan pasukan sekutu mereka, yaitu Rafidhah. Sebagai akibatnya, setelah mundurnya pasukan Amerika, Shahwah dikhianati oleh Shafawi yang merupakan bekas sekutu mereka sendiri. Banyak anggotanya dipenjara dan disiksa oleh Rafidhah yang pernah mereka layani.
Di Syam, pada awalnya pihak salib menaruh rasa percaya kepada Free Syrian Army (FSA), yang termasuk ke dalam “pemerintahan” sementara Dewan Nasional Suriah (SNC). Akan tetapi, pihak salib kaget ketika mengetahui bahwa bantuan militer dan non-militer yang sebagian besar disalurkan kepada faksi-faksi ini telah dijual kepada para pedagang dan diler senjata, akhirnya berakhir di tangan Daulah Islam. Apa yang tidak dijual oleh antek-antek salib yang tidak bisa dipercaya ini akhirnya akan diambil sebagai ghanimah oleh tentara Khilafah. Pihak salib tidak bisa mempercayai FSA, karena mereka terlalu korup dan kekurangan jalinan kepemimpinan. Akhirnya sekutu utama mereka di kawasan tersebut ialah ateis Kurdi milik PKK – aliansi thaghut Bashar. Pada awal-awal peristiwa modern di Syam, PKK mendominasi beberapa bagian Halab, Ar-Raqqah, dan Al-Barakah dalam perjanjian dengan Rezim Nushairiyyah. Mereka ditugaskan oleh Bashar untuk meremukkan pemberontakan Muslimin atas rezimnya di kawasan ini. PKK adalah inti Syabbihah Kurdi dan mereka terus demikian di daerah-daerah yang mereka kontrol. Akan tetapi, karena mereka lebih koheren sebagai sebuah organisasi dan “secara ideologi” lebih mudah dikendalikan, pihak salib lebih memilih mereka daripada FSA.
RAFIDHAH HUTSI DI YAMAN

Dengan demikian, pihak salib bersandar kepada sekutu-sekutu Kurdi Rafidhah di Irak (Peshmerga) dan kepada sekutu-sekutu Nushairiyyah di Syam (PKK). Demikian pula, kebijakan mereka untuk mendukung Rezim Shafawi di Irak dan bernegosiasi dengan para pemimpin Shafawi di Iran membuat Rafidhah kuat dan konfiden (percaya diri) untuk bermobilisasi secara internasional. Dengan cepat, Rafidhah mengambil beberapa bagian Yaman. Rezim Suriah sebelumnya adalah sekutu Iran. Secara umum, Lebanon berada di bawah kekuasaan milisi Rafidhah. Dengan populasi Rafidhah[8] yang besar di Bahrain, Kuwait, dan Arab “Saudi” (di Provinsi Timur – Qathif, Dammam, Al-Ahsa’ – Najran, dan bahkan Madinah) serta populasi yang kecil di Qatar dan Uni Emirat Arab – kesemuanya siap bergerak – thawaghit Arab merasa tahta mereka bakal terancam. Demikian pula dengan ancaman dari para penganut ‘Ibadiyyah di Oman. Sementara itu, thawaghit Turki khawatir akan kemauan sekutu-sekutu salibis Kurdi dan pihak oposisi Rezim thaghut Erdogan yang berbasis di kawasan minoritas Rafidhah di Turki. Tiga serangkai thaghut juga khawatir bahwasanya peperangan yang panjang yang terjadi di Yaman dan Syam akan membuat Daulah Islam semakin kuat. Hal ini akan mengungkap kekakuan dan pengkhianatan thawaghit dan membuktikan bahwa Daulah Islam merupakan pembela satu-satunya bagi Ahlus Sunnah melawan Rafidhah dan ateis.
MURTADDIN QATAR DAN TURKI BERPOSE BERSAMA SALIBIS JOHN KERRY

Dengan cepat, thawaghit Turki, As-Salul, dan Qatar – tiga serangkai murtad – bergerak tanpa meminta izin kepada tuan-tuan salib mereka. Mereka memperoleh dukungan dari thawaghit Arab dan non-Arab, yaitu Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Maroko, Senegal, Bangladesh, Sudan, Pakistan, dan Somalia untuk membantu Rezim thaghut ‘Abdu Rabbih Manshur Hadi melawan Rafidhah Hutsi dan ‘Ali Abdullah Saleh di Yaman. Sekalipun para salibis sebelumnya mengklaim bahwa Rafidhah Hutsi tidak terkait dengan Iran, mereka berjanji untuk mendukung operasi tersebut.
Turki kemudian meminta dari para sekutu Shahwah di Halab – terpengaruh oleh bantuan Turki – untuk memulai perang melawan PKK di beberapa bagian kawasan, setelah sebuah perjanjian damai yang panjang dilakukan oleh PKK dan faksi-faksi Shahwah, termasuk Front Jaulani. Ketiga serangkai riddah – Turki, As-Salul, dan Qatar – juga menyalurkan bantuan kepada koalisi dari beberapa faksi yang baru dibentuk yang dipengaruhi oleh dukungan thaghut – “Jaisy Al-Fath”[9] – yang berperang dengan Rezim Nushairiyyah di Idlib dan Al-Qalamun.
Dengan cepat, “Jaisy Al-Fath” menambahkan hal tersebut ke dalam prioritas peperangannya melawan Daulah Islam di Al-Qalamun. Saluran bantuan tersebut merupakan perkara di mana FSA, SNC, tiga serangkai murtad, para salibis, dan bahkan para anggota faksi “Jaisy Al-Fath” (seperti Failaq Asy-Syam) mengakuinya. Faksi-faksi Shahwah termasuk di dalamnya ialah Front Jaulani bergerak melawan mujahidin Dar’a yang dituduh Khawarij. Sebuah koalisi faksi-faksi “Islami”, serupa dengan “Jaisy Al-Fath”, dengan cepat dibentuk di Halab. Tiba-tiba saja faksi Shahwah bergerak ke arah Nushairiyyah di Latakia dan di mana saja, sedangkan sekutu-sekutu “pemberontak yang lebih disenangi oleh pihak salib yang ada di Syam, yaitu FSA, terbukti bukan militer yang handal.
PENDUKUNG SHAHWAH 'ABDULLAH AL-MUHAISINI


PEJUANG DRUZE KAFIR DI BARISAN SHAHAWAT

Sementara itu, ketiga serangkai murtad mulai menarik dukungan terhadap Rezim Shafawi di Irak, khawatir kalau ambisi jangka panjangnya dapat menganggu kestabilan tahta mereka sendiri. Mereka juga menyerukan para pemimpin Front “Islam agar berkumpul kembali di Turki dan membahas perkembangan-perkembangan yang terjadi di tanah Syam, merencanakan masa depan dan bentuk-bentuk dukungan “tak bersyarat” mereka. Salah satu plot yang dibahas ialah “badai keputusan” di Syam sebagai cover bagi Shahwah dalam usahanya untuk bergerak melawan Daulah Islam. Sekali lagi, pengaruh bantuan thaghut merupakan problem bagi faksi Shahwah yang memudahkan mereka tenggelam lebih jauh lagi ke dalam kemurtadan.
Dengan semua kejadian ini, ketiga serangkai murtad berniat untuk “membuktikan” kepada tuan-tuan salib mereka bahwa mereka masih tetap sebagai sekutu penting bagi kawasan tersebut di masa mendatang. Mereka ingin “membuktikan” pula bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi hasil di sana. Opini mereka terjadi ketika berlangsung hubungan Amerika-Rafidhah dan isu tentang keinginan Rafidhah untuk memiliki nuklir. Pada pokoknya, hal tersebut adalah kerakusan, ketakutan, dan kedengkian yang menggerakkan mereka. Mereka menginginkan diri mereka sendiri sebagai sekutu yang disukai orang-orang salib, bukan Rafidhah.
Pertarungan ini, yaitu antara salibis dan thawaghit, murtad “Sunni” dan Rafidhah, FSA dan “Islam”, Front Jaulani dan faksi-faksi nasionalis, Front Jaulani dan faksi-faksi “Islam”, dan ateis Kurdi dan faksi “oposisi”; semua mengindikasikan segera hancurnya tipu daya mereka. {Kamu pikir mereka bersatu, sedang hati mereka berpecah-belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti} [QS. Al-Hasyr : 14].
Para salibis akhirnya akan mengetahui, mereka tidak akan mampu menghadapi Daulah Islam kecuali langsung, face-to-face, atau – disebabkan luka yang tiada henti – pihak salib akan dipaksa untuk melepaskan peperangan mereka melawan umat Islam hingga Allah memutuskan bahwa Al-Malhamah Al-Kubra terjadi saat itu.
Ya Allah, Yang menurunkan Al-Kitab, mempercepat hisab, dan menyingkap tabir kegelapan, kalahkan kelompok itu, guncangkanlah mereka, dan menangkan kami atas mereka.


TIGA PEMIMPIN UTAMA SHAHWAH BERKUNJUNG KE TURKI
DAN BERTEMU DENGAN THAWAGHIT KAWASAN




[1] Dalam terjemahan Departemen “Agama” (thaghut) RI diterjemahkan{…dan Allah membalas tipu daya mereka itu, Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya}. Sebenarnya tidak ada yang salah bila diterjemahkan seperti apa adanya – maksudnya tanpa penambahan “pembalas”, sebab kata “المكر” sendiri bisa berkonotasi positif ataupun negatif (netral) seperti kata “teror”, tergantung pengaplikasiannya. Akan tetapi, karena saking hati-hatinya, maka salah satu departemen thaghut “NKRI” ini lebih memilih arti penafsirannya daripada arti aslinya. Ada 2 (dua) faktor yang menyebabkan hal ini: (1) interpretasi bahasa yang rancu (2) pemikiran irja’. Untuk mengetahui kerancuan-kerancuan bahasa dan pengaruhnya, silakan anda baca tulisan Antara Makna “Ibadah” dan “ad-Dīn (Agama) serta Hubungannya dengan “al-Islam” dan baca bagian catatan khusus “satu hal penting”. Insya Allah bermanfaat,  penerj.
[2] Sekali lagi, lihat terjemahan “Depag”: kata ‘makar’ diganti kata ‘azab’ – yang sebenarnya adalah tafsir. Demikian pula pada ayat-ayat selanjutnya, penerj.
[3] Diterjemahkan sama oleh “Depag”. Ini menunjukkan ketidakkonsistenan mereka. Coba perhatikan penggunaan akar kata “حكم” yang bermakna “hukum” (dalam isim = kata benda) dan “menghukum” (dalam fi’il = kata kerja) yang umumnya – contohnya QS. 12 : 40 dan 18 : 26 – mereka terjemahkan dengan “keputusan” yang secara tidak langsung mengelabui dan membuat samar-samar pemahaman orang awam – atau takut dengan tuannya (thaghut) – padahal di tempat lain tidak. Misalnya dalam QS. An-Nisaa’ : 60. Kata “يتحاكموا” mereka terjemahkan dengan “berhakim”; mungkin karena sulit menggantikannya dengan kata “keputusan” – coba saja. Silakan lihat kembali ”Antara Makna “Ibadah” dan “ad-Dīn” (Agama) serta Hubungannya dengan “al-Islam”.
[4] Lihat artikel berjudul “Teori Konspirasi Syirik” dalam Dabiq edisi ini atau langsung baca di sini. 
[5] Mengenai pidato beliau, silakan download di sini (disertai subtitle Bahasa Inggris) dan terjemahan lengkapnya di sini.
[6] Mengenai Abu Risyah (‘Abdul “Mastur”) dan Shahawat (Shahwah), silakan dibaca di sini.
[7] Kata ini merujuk pada dinasti Shafawi yang murtad, yaitu Persia Rafidhah penganut Sufi yang memerintah Afghanistan, Syam, Teluk Arab, Kaukasus Selatan, Persia, Irak, Syam, Turki, Balochistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Para penguasa Rafidhah ini memaksakan agama mereka atas negeri-negeri yang mereka kuasai. Akhirnya hal ini membawa pada negara modern “Iran” yang besar yang mengadopsi kemurtadan.
[8] Termasuk Rafidhah Zaidiyyah, Isma’iliyyah, dan Imamiyyah.
[9] Bacalah mengenai faksi baru yang besar yang merupakan koalisi ini di dalam artikel “Sekutu-sekutu Al-Qa’idah: Bagian 2” dalam edisi kali ini atau langsung baca di sini.


Sumber:
Majalah DABIQ Edisi #9